Senin, 13 April 2026

Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana

Simaklah contoh teks khutbah Jumat pada 5 Desember 2025 hari ini yang memiliki judul Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KHUTBAH JUMAT - Masjid Istiqlal kembali menggelar Salat Jumat (20/8/2021). Berikut teks khutbah Jumat pada 5 Desember 2025 hari ini yang memiliki judul Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana. 

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Mengucapkan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" tentunya bukan perkara mudah. Walaupun susunan kalimatnya ringkas, tetapi perlu kesadaran dan dorongan yang kuat untuk bisa mengucapkannya.

Bisa dibayangkan, dalam situasi goncang, sedih, tertekan, dan perasaan yang tidak menentu, seseorang masih bisa mengucapkan "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun", sesungguhnya kami semua milik Allah dan hanya kepada-Nya kami semua kembali.

Ini adalah bentuk kesadaran yang tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang yang tangguh, orang yang bersabar.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Selain itu, orang yang masih menjaga husnudzon kepada Allah pada saat mengalami bencana bisa dikatakan sebagai orang yang berhasil menjalani ujian keimanan.

Karena di antara tujuan Allah menghadirkan bencana adalah ujian untuk membuktikan kualitas keimanan seseorang.

Sebagaimana difirmankan Allah dalam surat al-Ankabut (29) ayat 2:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?"

Dengan demikian ayat ini menegaskan betapa eratnya hubungan seorang mukmin dengan bencana.

Bukan hanya dalam al-Qur'an, ilustrasi tentang hubungan seorang mukmin dengan bencana digambarkan dengan sangat indah oleh Rasulullah saw.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Raslullah saw. bersabda:

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

(Riwayat Muslim)

"Dari Shuhaib berkata: Rasulullah SAW bersabda: "urusan seorang mumin itu mengagumkan, karena sesungguhnya semuanya bernilai baik, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mumin, bila kesenangan yang menimpa, ia bersyukur dan syukur itu jelas baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu juga baik baginya".

Hadis ini dikuatkan dengan hadis lainnya, dimana bencana yang menimpa seorang mukmin berpeluang untuk dikonversi menjadi kebaikan berupa pahala dari Allah dan ganti yang lebih baik dibanding dengan yang telah musnah akibat bencana.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved