Minggu, 12 April 2026

Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana

Simaklah contoh teks khutbah Jumat pada 5 Desember 2025 hari ini yang memiliki judul Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KHUTBAH JUMAT - Masjid Istiqlal kembali menggelar Salat Jumat (20/8/2021). Berikut teks khutbah Jumat pada 5 Desember 2025 hari ini yang memiliki judul Menjadi Muslim yang Tangguh Hadapi Bencana. 

Namun sekali lagi itu mustahil. Sangat tidak mungkin. Sebab bencana merupakan peristwa yang sudah Allah takdirkan menjadi bagian dari kehidupan dunia dan hadir membersamai kita sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan terkait kategori bencana yang akan diberikan. Mulai dari bencana ketakutan, kelaparan, hilangnya harta benda, bencana berkaitan dengan diri manusia, dan terakhir bencana tumbuhan lengkap dengan berbagai hal yang terkait dengannya.

Jika kita perhatikan beragam peristiwa bencana yang terjadi di dunia ini sebenarnya merupakan uraian dari jenis kategori musibah tersebut.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah! 

Di antara yang menarik dari ayat ini adalah adanya penggalan kalimat وَبَشِّرِ الصَّبِرِينَ

Berilah kabar gembira orang-orang yang sabar dengan pahala dan surga.

Ternyata di balik bencana terdapat kelompok orang yang secara khusus Allah puji dan apresiasi, yaitu orang-orang yang bersabar.

Hal ini jelas terlihat dari banyaknya ayat maupun hadis yang menjelaskan balasan kebaikan dari Allah bagi orang yang bersabar. Ini menjadi bukti betapa orang yang bersabar mendapatkan tempat istimewa dalam pandangan Islam.

Apresiasi istimewa bagi orang yang bersabar sangat masuk akal. Sebab, dengan bersabar manusia diharapkan untuk tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukan yang berpotensi semakin memperkeruh suasana.

Orang yang bersabar, dalam situasi goncang akibat kerasnya dihantam bencana, masih berupaya menghimpun kekuatan yang tersisa, berupaya berfikir dengan jernih, sehingga mampu bersikap wajar dan melakukan tindakan yang benar.

Dengan demikian, kesabaran ini merupakan kekuatan dalam jiwa dan menjadi sangat penting bagi manusia karena berpotensi menghadirkan manusia-manusia yang tangguh dalam menghadapi situasi bencana.

Sementara jika dikaitkan dengan akidah, ketangguhan sebagai buah dari kesabaran tercermin dalam bentuk berusaha tetap berbaik sangka, tetap husnudzon kepada Allah.

Bencana yang begitu pahit dan menyedihkan tidak menghilangkan keyakinannya bahwa Allah adalah pemilik sifat Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Dan bencana ini merupakan bagian dari kasih sayang-Nya yang hakikatnya dapat kita temukan melalui perenungan yang mendalam.

Sikap husnudzon kepada Allah pada saat menghadapi bencana ini dijelaskan dalam ayat berikutnya:

الَّذِينَ إِذَا أَصْبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَجِعُونَ

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved