PBNU dan Dinamika Organisasinya
Badan Otonom NU Minta Elite PBNU Segera Redakan Ketegangan Internal
Presiden DPP Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, menilai situasi yang memanas di kalangan elite PBNU harus segera dihentikan.
Ringkasan Berita:
- Tujuh badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan penyelesaian segera atas dinamika internal.
- Komitmen menjaga keutuhan NU diharapkan berpegang pada empat prinsip dasar organisasi: tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal.
- Badan otonom juga menyerukan agar seluruh komponen NU menjaga etika publik dan menahan diri dari pernyataan yang berpotensi memicu kegaduhan
Hasiolan EP/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pimpinan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat pusat menyerukan penyelesaian segera atas dinamika internal yang belakangan memicu ketegangan di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Desakan ini dituangkan dalam pernyataan bersama tujuh badan otonom NU, menyusul kekhawatiran bahwa konflik elite dapat mengganggu soliditas organisasi.
Pernyataan tersebut ditandatangani Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Pimpinan Pusat Pagar Nusa, PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbummusi), Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, serta Idaroh Aliyah JATMAN.
Mereka menegaskan komitmen menjaga keutuhan NU dengan berpegang pada empat prinsip dasar organisasi: tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal.
Melalui pernyataan itu, badan otonom meminta PBNU segera membuka ruang musyawarah yang dinilai sebagai jalan terbaik untuk merumuskan solusi yang adil dan proporsional.
“Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah,” demikian bunyi seruan mereka.
Para pimpinan juga mengapresiasi inisiatif tabayyun dan dialog yang selama ini dipimpin para kiai sepuh, masyayikh, dan ibu nyai.
Upaya itu dinilai penting untuk merawat ukhuwah nahdliyah sekaligus mencegah melebarnya perpecahan di tubuh organisasi.
Presiden DPP Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, menilai situasi yang memanas di kalangan elite PBNU harus segera dihentikan agar tidak berdampak lebih luas.
Di tengah keberadaannya di Brazil untuk menghadiri BRICS People’s Summit, Irham menyampaikan bahwa komunikasi intensif antarbadan otonom telah berlangsung beberapa hari terakhir.
“NU telah menjadi jangkar pemersatu republik bahkan sebelum negara ini berdiri. Konflik di elite PBNU harus disudahi demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya, Jumat, (5/12/2025).
Dalam butir-butir pernyataannya, badan otonom juga menyerukan agar seluruh komponen NU menjaga etika publik dan menahan diri dari tindakan atau pernyataan yang berpotensi memicu kegaduhan, baik internal maupun di ruang publik.
Kepemimpinan PBNU diharapkan menjadi teladan dalam menjaga harmoni organisasi serta memastikan kepentingan umat tetap menjadi prioritas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/irham-ali-saifuddin-istimewa.jpg)