Banjir Bandang di Sumatera
Prabowo Gelar Rapat Darurat di Posko Banjir Aceh, Menteri Lengkap Hadir
Prabowo pimpin rapat darurat di posko banjir Aceh. Korban nyaris 1.000 jiwa, warga bergetar sampaikan rumah hilang, pemerintah siapkan pemulihan.
Ringkasan Berita:
- Presiden pimpin rapat darurat di posko banjir Aceh, menteri hadir lengkap bahas percepatan.
- BNPB catat korban nyaris 1.000 jiwa, ribuan rumah rusak, ratusan ribu warga mengungsi.
- Warga bergetar sampaikan rumah hilang, Presiden janji anggaran pemulihan dan hunian baru.
TRIBUNNEWS.COM, ACEH – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat darurat di Posko Terpadu Bencana Alam Aceh, Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Minggu malam (7/12/2025).
Rapat terbatas ini dihadiri jajaran menteri dan pejabat tinggi negara untuk membahas percepatan penanganan banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden tiba di posko terpadu sekitar pukul 19.10 WIB bersama jajaran menteri.
Mereka yang hadir di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait.
Turut hadir pula Menko PMK Pratikno, Kepala Bakom RI sekaligus Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta tiga Kepala Staf Angkatan TNI.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan rapat terbatas digelar untuk memperbarui kondisi terkini di lokasi bencana sekaligus merumuskan langkah percepatan penanganan.
“Bapak Presiden ingin langsung memimpin rapat koordinasi bersama dengan seluruh jajaran. Menteri-menteri terkait sebagian besar hadir untuk meng-update final dan memutuskan langkah-langkah percepatan ke depan,” ujarnya.
Korban Jiwa Nyaris 1.000 Orang, Hutan Rusak
Tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan. Tak hanya merusak permukiman warga, ribuan gelondongan kayu yang terbawa arus di sejumlah daerah terdampak juga mengindikasikan adanya perusakan hutan di kawasan hulu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera. Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka.
Sebanyak 147 ribu rumah rusak dan 52 kabupaten/kota terdampak. BNPB mencatat korban tewas paling banyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total 172 jiwa. Sementara itu, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 304 ribu orang.
Jumlah korban tewas, hilang, dan pengungsi diperkirakan masih bertambah seiring proses evakuasi serta pembersihan material banjir bandang dan longsor. Hingga kini, sejumlah ruas jalan di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih terputus, sementara aliran listrik dan komunikasi belum sepenuhnya normal.
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Kepala Sekolah di Jakarta Tewas Akhiri Hidup, Sosoknya Introvert
Bergetar Bilang Rumah Hilang Disapu Banjir
Presiden Prabowo juga mengunjungi posko pengungsian banjir di Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ia menyapa warga, meninjau dapur umum, dan berinteraksi dengan anak-anak.
Di tenda pengungsian, seorang ibu bernama Wakinah dengan suara bergeatr menceritakan rumahnya tersapu banjir, kepada Presiden Prabowo.
“Sudah diambil sungai pak rumah. Sudah tidak ada lagi,” ujarnya sambil menyalami Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-di-Aceh565.jpg)