Rabu, 29 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

60 Perguruan Tinggi di Sumatera Terdampak Banjir, Pemulihan Mulai Januari 2026

Sebanyak 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memaparkan sebanyak 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Fauzan menjelaskan dari total 60 perguruan tinggi terdampak, Aceh menjadi daerah dengan jumlah terbanyak  yakni 31 perguruan tinggi yang terdiri dari empat perguruan tinggi negeri dan 27 perguruan tinggi swasta. 

Sumatera Utara mencatat 14 perguruan tinggi terdampak.

Sementara Sumatera Barat mencatat 15 perguruan tinggi.

“Tahap pemulihan durasinya mulai Januari 2026, fokus berada pada program rehabilitasi jangka menengah, pemulihan ekonomi berkelanjutan, rekonstruksi sanitasi dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahanan jangka panjang, termasuk juga perbaikan infrastruktur seperti jembatan,” kata Fauzan.

Sementara itu, tahap penanggulangan darurat berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Fauzan menyebut tahap ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan paling mendesak seperti distribusi logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa, serta pemulihan awal.

Pada rapat tersebut, Fauzan juga memaparkan bahwa Kemendiktisaintek menyiapkan anggaran bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana.

“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp 75.966.474.452,” ungkapnya. 

Data kementerian mencatat terdapat 18.824 mahasiswa dan 1.306 dosen yang terdampak bencana, dengan persebaran terbanyak di Aceh.

Dampak banjir Sumatera

Tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.

Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera. Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 147 ribu rumah rusak dan 52 kabupaten/kota terdampak. BNPB mencatat korban tewas paling banyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total 172 jiwa.

Sementara itu, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 304 ribu orang.

Jumlah korban tewas, hilang, dan pengungsi diperkirakan masih bertambah seiring proses evakuasi serta pembersihan material banjir bandang dan longsor.

Hingga kini, sejumlah ruas jalan di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih terputus, sementara aliran listrik dan komunikasi belum sepenuhnya normal.

Rumah ibadah, sekolah dan kampus perguruan  tinggi juga terdampak.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved