Banjir Bandang di Sumatera
Pemerintah Siapkan Dana Rp 59,3 Miliar untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
Kemendiktisaintek menyiapkan anggaran bantuan bagi mahasiswa yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah menyiapkan anggaran bantuan bagi mahasiswa yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera
- Bantuan akan diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam.
- Total anggaran yang disediakan adalah Rp 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan anggaran bantuan bagi mahasiswa yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.
Hal ini disampaikan Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Fauzan mengatakan bantuan diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam.
"Bantuannya biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk 3 bulan," kata Fauzan dalam rapat.
Kemendiktisaintek menyiapkan total anggaran Rp 59,375 miliar yang dialokasikan bagi 15.833 mahasiswa.
"Total anggaran yang disediakan adalah Rp 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa," ungkap Fauzan.
Fauzan menyatakan data sementara menunjukkan jumlah mahasiswa terdampak lebih besar dari kapasitas anggaran yang tersedia.
"Per kemarin begitu data mahasiswa terdampak itu sekitar 18.000. Sehingga ini memang secara jumlah cukup mendekati dari jumlah mahasiswa yang terdampak," tegasnya.
Dampak banjir Sumatera
Tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir bandang dan longsor setelah hujan deras mengguyur selama enam hari penuh pada akhir November hingga awal Desember 2025.
Bencana ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada infrastruktur dan ekosistem lingkungan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera.
Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 17.00 WIB, tercatat 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan 5.000 orang mengalami luka-luka.
Sebanyak 147 ribu rumah rusak dan 52 kabupaten/kota terdampak.
BNPB mencatat korban tewas paling banyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan total 172 jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/iktisaintek-saat-menggelar-rapat-kerja-bersama-Kom.jpg)