Sabtu, 9 Mei 2026

HUT Partai Golkar

Dave Laksono: Puncak HUT ke-61 Golkar jadi Momentum Konsolidasi dan Modernisasi

Dave Laksono, menilai puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar menjadi momentum konsolidasi arah politik partai dibawah Ketum Bahlil.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
Dok. DPR RI
HUT GOLKAR - Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menilai puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar menjadi momentum konsolidasi arah politik partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.  

Ringkasan Berita:
  • HUT ke-61 Golkar menjadi momentum konsolidasi politik di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
  • Dave Laksono menilai kepemimpinan Bahlil menekankan modernisasi komunikasi politik, transparansi, dan penguatan etika publik, termasuk penolakan terhadap politik berbiaya tinggi sebagaimana juga disinggung Presiden Prabowo.
  • Perayaan HUT menandai fase transformasi Golkar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menilai puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar menjadi momentum konsolidasi arah politik partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia

Dave menilai perayaan ini menjadi penegasan karakter Golkar sebagai institusi politik modern dan berorientasi publik.

"Bagi Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar, perayaan ini tidak semata seremoni, melainkan momentum strategis untuk menegaskan karakter Golkar sebagai institusi politik yang modern, rasional, dan berorientasi pelayanan publik," kata Dave kepada wartawan, Senin (8/12/2025).

Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar itu menilai, kepemimpinan Bahlil menghadirkan agenda pembaruan yang menempatkan komunikasi publik sebagai instrumen utama konsolidasi. 

Dia menyebut pidato Bahlil menegaskan prinsip penting bahwa Golkar adalah partai kader, bukan milik keluarga atau dinasti mana pun.

"Penegasan ini, merupakan pernyataan yang mengembalikan marwah kekaryaan pada posisi aslinya: Golkar sebagai rumah besar yang inklusif, meritokratik, dan terbuka bagi seluruh warga bangsa," kata dia.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut menyebut pernyataan itu memiliki bobot ideologis dan organisatoris karena memperkuat legitimasi partai di tengah politik yang sensitif terhadap isu etika dan transparansi.

"Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga dinilai memiliki makna strategis," kata dia.

Menurut Dave, momen tersebut bukan sekadar seremonial tetapi mencerminkan stabilitas yang berhasil dibangun Golkar di bawah Bahlil.

"Kehadiran tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan Golkar menjaga keseimbangan politik nasional, sekaligus mempertegas posisi strategis partai dalam arsitektur pemerintahan. Hal ini memperkokoh citra Golkar sebagai jangkar stabilitas demokratis yang relevan di tengah dinamika pasca Pilpres 2029," tuturnya.

Prabowo, dikatakan Dave, menyinggung tingginya ongkos politik yang berpotensi menyeret partai ke praktik transaksional.

"LKI menggarisbawahi pesan ini sebagai peringatan moral agar Golkar tetap berpijak pada prinsip kekaryaan yang menolak politik biaya tinggi dan mendahulukan etika publik," kata dia.

Dave menilai arahan tersebut sejalan dengan visi Bahlil untuk menata komunikasi politik Golkar agar lebih transparan, rasional, dan berorientasi kepentingan rakyat. 

HUT kali ini disebut menjadi ajang peneguhan bahwa Golkar harus tampil sebagai partai modern yang mampu mengelola informasi secara cepat dan bertanggung jawab.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved