HUT Partai Golkar
Dave Laksono: Puncak HUT ke-61 Golkar jadi Momentum Konsolidasi dan Modernisasi
Dave Laksono, menilai puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar menjadi momentum konsolidasi arah politik partai dibawah Ketum Bahlil.
"Di era digital, tantangan utama bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi membangun ekosistem komunikasi yang menumbuhkan kepercayaan publik," ungkapnya.
Gaya komunikasi Bahlil yang lugas, terbuka, dan grounded, menurut Dave, menjadi modal penting terutama dalam menjangkau generasi muda.
Dia pun menilai Golkar tengah memasuki fase baru melalui penguatan infrastruktur komunikasi, peningkatan kapasitas kader, dan konsolidasi organisasi hingga akar rumput.
"Modernisasi komunikasi yang dibangun Bahlil bukan sekadar teknis, tetapi merupakan strategi politik jangka panjang untuk membangun narasi keberpihakan Golkar kepada pelayanan publik, pembangunan, dan persatuan nasional," kata dia.
Menurut Dave, puncak HUT ke-61 Golkar menandai transformasi Golkar menuju institusi politik yang matang, profesional, dan visioner.
"Dengan arah yang semakin jelas dan fondasi komunikasi yang semakin kuat, Golkar menatap masa depan dengan keyakinan sebagai partai pembangunan yang relevan, inklusif, dan berkomitmen pada kepentingan bangsa," pungkasnya.
Sebelumnya, Momen puncak HUT ke-61 Partai Golkar dimanfaatkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk mengajak seluruh kader kembali merenungi sejarah kelahiran partai berlambang pohon beringin tersebut. Menurut Bahlil, Golkar tidak pernah didirikan oleh segelintir elit, melainkan lahir dari rahim rakyat.
“HUT ke-61 ini adalah momentum refleksi. Golkar lahir oleh 97 organisasi dari petani, nelayan, wartawan, TNI-Polri, buruh, pegawai negeri dan organisasi pemuda. Golkar lahir dari kandungan rakyat Republik Indonesia,” kata Bahlil di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12.2025).
Lebih jauh, Bahlul menegaskan bahwa Golkar bukan milik kelompok, apalagi keluarga.
“Partai Golkar adalah milik sah anak rakyat. Tidak dimiliki oleh siapa pun, tidak dimiliki kelompok tertentu, apalagi keluarga tertentu,” ujarnya.
Menurut Bahlil, doktrin karya kekaryaan yang menjadi dasar lahirnya Golkar menjadi alasan partai itu akan terus berdiri untuk kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan golongan.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan kembali bahwa Golkar sepenuhnya mendukung pemerintahan hingga akhir masa jabatan.
“Keputusan Munas jelas, Golkar mendukung Presiden dan Wakil Presiden. Kami tertib mekanisme, keputusan ini berlaku sampai kapan pun Presiden memimpin,” kata dia.
Baca juga: HUT ke-68 Kosgoro 1957 Dimeriahkan dengan Donor Darah Massal, Ini Pesan Dave Laksono
Di depan ribuan kader, Bahlil bahkan memuji pemahaman Prabowo terhadap karakter Golkar.
“Walaupun beliau Ketua Umum Gerindra, tetapi beliau lebih paham Golkar daripada saya,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dave-Laksono-Wakil-Ketua-Komisi-1-DPR-RI.jpg)