Minggu, 10 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru 2026

Menko PMK: Jelang Nataru Masih Banyak Wilayah Belum Pulih dari Bencana

Nataru tahun ini pemerintah antisipasi bencana mengingat perkiraan BMKG soal cuaca ekstrem dan risiko hidrometeorologi basah di berbagai wilayah. 

Tayang:
Tribunnews/Taufik Ismail
NATAL DAN TAHUN BARU 2026 - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). Nataru tahun ini pemerintah antisipasi bencana mengingat perkiraan BMKG soal cuaca ekstrem dan risiko hidrometeorologi basah di berbagai wilayah. 

Ringkasan Berita:
  • Libur Nataru tahun ini memiliki karakter yang sangat berbeda karena berlangsung di tengah situasi darurat bencana di Sumatra. 
  • Pemerintah akan memastikan kelancaran arus mudik dan wisata, sembari menjalankan penanganan bencana, perlindungan warga terdampak.
  • Serta pemenuhan layanan peribadatan, terutama di provinsi-provinsi yang masyarakatnya merayakan Natal dalam jumlah besar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tahun ini memiliki karakter yang sangat berbeda karena berlangsung di tengah situasi darurat bencana di Sumatra. 

Pemerintah, kata Pratikno, akan memastikan kelancaran arus mudik dan wisata, sembari menjalankan penanganan bencana, perlindungan warga terdampak.

Serta pemenuhan layanan peribadatan, terutama di provinsi-provinsi yang masyarakatnya merayakan Natal dalam jumlah besar.

Ia menegaskan bahwa fokus Nataru tahun ini adalah antisipasi bencana, mengingat perkiraan BMKG terhadap cuaca ekstrem dan risiko hidrometeorologi basah di berbagai wilayah. 

"Yang tahun ini agak lebih berat adalah bencana. Kita menghadapi situasi di Aceh, Sumut, Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, dan wilayah lain," kata Pratikno saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Persiapan Libur Nataru, di Kantor Kemenko PMK, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, dukungan ekstra bagi masyarakat yang merayakan Natal di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas wajib.

Langkah ini, kata Pratikno, harus dikawal Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. 

Baca juga: BMKG: Curah Hujan Sangat Tinggi Periode Nataru Terjadi di Jawa, Bali hingga Papua Selatan

"Ini PR berat, bukan hanya mengantisipasi bencana, tetapi juga menjaga layanan peribadatan dan pariwisata di wilayah terdampak," jelasnya.

Dirinya menyampaikan bahwa pemulihan di sejumlah wilayah Sumatra masih berlangsung, terutama di Aceh.

Selain itu di Provinsi Sumatra Utara yang masyarakatnya banyak merayakan Natal di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. 

Masih terdapat wilayah yang terisolasi, layanan kesehatan terbatas, listrik belum sepenuhnya normal, dan banyak fasilitas rusak.

"Nataru kali ini bukan hanya yang standar biasa kita lakukan, tetapi bagaimana memberikan dukungan ekstra pada wilayah-wilayah terdampak bencana. Terutama di Sumatra memerlukan perhatian khusus," katanya. 

Libur Nataru tahun ini, jika dihitung dari akhir pekan dan cuti bersama, berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 Desember dan 24 Desember, sementara puncak arus balik diprediksi jatuh pada 28 Desember dan 4 Januari.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved