Senin, 20 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Harga Bahan Pokok di Sumatera Melonjak Pasca-Banjir, Cak Imin: Stok Ada, Distribusi Macet

Banjir bandang Sumatera bikin harga pokok melonjak, Cak Imin: stok ada tapi distribusi macet, Prabowo kerahkan helikopter percepat bantuan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
/Fachrul Reza
BANJIR DAN LONGSOR - Foto udara yang diambil dari drone pada 27 November 2025 menunjukkan wilayah yang dilanda banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia. Sembilan orang tewas akibat banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, di ujung utara Pulau Sumatra, Indonesia, kata pejabat setempat pada hari Kamis. (Photo by Fachrul Reza/Xinhua) 
Ringkasan Berita:
  • Warga kehilangan rumah dan keluarga, kini harus hadapi harga pokok melonjak pasca-banjir.
  • Cak Imin blak-blakan: stok pangan ada, tapi distribusi macet bikin dapur terguncang.
  • Presiden Prabowo kerahkan helikopter percepat distribusi, pemerintah janji bantuan maksimal segera tersalurkan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kehilangan anggota keluarga, rusaknya tempat tinggal, serta hancurnya fasilitas umum dan infrastruktur akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, warga kini harus menghadapi beban tambahan: harga bahan pokok yang melonjak tajam.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan kenaikan harga terjadi bukan karena stok kosong, melainkan distribusi macet akibat jalur terputus.

“Ya, menaiknya bahan pokok itu karena nggak ada stok, jadi kebutuhan tidak ada suplai,” ujarnya usai menghadiri acara Penghargaan Inspiradaya SPPG di TMII, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Cak Imin menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan distribusi, bahkan melalui jalur udara.

“Presiden menggerakkan semua jalur, termasuk semua helikopter, digerakkan untuk mempercepat distribusi dan pertolongan tanggap darurat ini,” katanya.

Menurutnya, pemerintah berupaya mempercepat alokasi bantuan agar korban segera tertangani.

“Nanti sementara bakal Presiden memberikan alokasi yang semaksimal mungkin. Sekarang tinggal sinergi percepatannya, bagaimana agar secepat-cepatnya tertangani,” pungkasnya.

Baca juga: Momen Dramatis Kebakaran di Gedung Jakpus: Karyawan Naik Atap Bergelantungan di Tali

Di Aceh, banjir membuat harga beras melonjak meski stok sebenarnya melimpah.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Aceh mengalami surplus beras hingga 871 ribu ton. 

“Jadi, berasnya banyak, tinggal distribusinya. Kalau [harga] naik sedikit wajar, tapi nanti turun banyak. Kenapa? Berasnya ada. Jadi berasnya ada sudah di Aceh,” ujarnya di Jakarta.

Lonjakan harga bahan pokok di Sumatera menegaskan bahwa bencana bukan hanya soal air bah dan longsor, tetapi juga soal rantai distribusi yang terputus. Pemerintah kini dituntut memastikan jalur logistik kembali normal agar harga kembali stabil dan kebutuhan warga segera terpenuhi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved