Banjir Bandang di Sumatera
Harga Bahan Pokok di Sumatera Melonjak Pasca-Banjir, Cak Imin: Stok Ada, Distribusi Macet
Banjir bandang Sumatera bikin harga pokok melonjak, Cak Imin: stok ada tapi distribusi macet, Prabowo kerahkan helikopter percepat bantuan.
Ringkasan Berita:
- Warga kehilangan rumah dan keluarga, kini harus hadapi harga pokok melonjak pasca-banjir.
- Cak Imin blak-blakan: stok pangan ada, tapi distribusi macet bikin dapur terguncang.
- Presiden Prabowo kerahkan helikopter percepat distribusi, pemerintah janji bantuan maksimal segera tersalurkan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kehilangan anggota keluarga, rusaknya tempat tinggal, serta hancurnya fasilitas umum dan infrastruktur akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, warga kini harus menghadapi beban tambahan: harga bahan pokok yang melonjak tajam.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan kenaikan harga terjadi bukan karena stok kosong, melainkan distribusi macet akibat jalur terputus.
“Ya, menaiknya bahan pokok itu karena nggak ada stok, jadi kebutuhan tidak ada suplai,” ujarnya usai menghadiri acara Penghargaan Inspiradaya SPPG di TMII, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Cak Imin menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan distribusi, bahkan melalui jalur udara.
“Presiden menggerakkan semua jalur, termasuk semua helikopter, digerakkan untuk mempercepat distribusi dan pertolongan tanggap darurat ini,” katanya.
Menurutnya, pemerintah berupaya mempercepat alokasi bantuan agar korban segera tertangani.
“Nanti sementara bakal Presiden memberikan alokasi yang semaksimal mungkin. Sekarang tinggal sinergi percepatannya, bagaimana agar secepat-cepatnya tertangani,” pungkasnya.
Baca juga: Momen Dramatis Kebakaran di Gedung Jakpus: Karyawan Naik Atap Bergelantungan di Tali
Di Aceh, banjir membuat harga beras melonjak meski stok sebenarnya melimpah.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Aceh mengalami surplus beras hingga 871 ribu ton.
“Jadi, berasnya banyak, tinggal distribusinya. Kalau [harga] naik sedikit wajar, tapi nanti turun banyak. Kenapa? Berasnya ada. Jadi berasnya ada sudah di Aceh,” ujarnya di Jakarta.
Lonjakan harga bahan pokok di Sumatera menegaskan bahwa bencana bukan hanya soal air bah dan longsor, tetapi juga soal rantai distribusi yang terputus. Pemerintah kini dituntut memastikan jalur logistik kembali normal agar harga kembali stabil dan kebutuhan warga segera terpenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_140725.jpg)