Banjir Bandang di Sumatera
Kata Jokowi soal Penanganan Bencana di Sumatra: Memerlukan Waktu, tapi Bisa Kita Lalui
Jokowi meyakini bahwa bangsa Indonesia bisa melalui bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini bahwa bangsa Indonesia bisa melalui bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Namun, Jokowi menekankan bahwa memerlukan waktu untuk bisa melalui cobaan ini.
"Solidaritas gotong royong kita yang menjadi kekuatan besar bangsa ini. Insyaallah saya kira memang memerlukan waktu, tapi Insyaallah bisa kita lalui dengan kekuatan gotong royong yang kita miliki," ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif bersama Kompas TV di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/12/2025).
Eks Gubernur DKI Jakarta ini pun menyampaikan duka cita atas musibah yang terjadi di Pulau Sumatra.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.
"Dan kita sebagai sebuah bangsa besar, saya melihat solidaritas, kekuatan kita gotong royong juga antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan seluruh masyarakat."
"Saya lihat bersama-sama bergotong-royong menunjukkan kekuatannya dalam rangka menolong saudara-saudara kita yang berada di Aceh, di Sumatra Barat, dan di Sumatra Utara," tuturnya.
Jumlah Korban
Pada Selasa sore, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mengumumkan update jumlah korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan hasil upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban.
"Pada hari ini bertambah tiga, data ini terus di-update, dimutakhirkan di setiap kabupaten dan tiga provinsi," ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa sore.
Sehingga, total korban meninggal dunia di tiga provinsi berjumlah 964 jiwa.
Baca juga: Komisi I Nilai Kunjungan Prabowo ke Pakistan Bukan Bentuk Pengabaian terhadap Banjir-Longsor Sumatra
Selain itu, 262 orang dilaporkan hilang dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka.
Muhari juga menjelaskan ada penurunan jumlah pengungsi banjir di Sumatra.
Diketahui, jumlah pengungsi pada Senin kemarin mencapai lebih dari satu juta jiwa, tepatnya 1.057.482 orang.
"Hari ini terdata di rekapitulasi menjadi 894.101 jiwa," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jokowi-di-solo-background-pohon.jpg)