Profil dan Sosok
Profil Sultan Najamudin, Ketua DPD Sebut Harga Diri Bangsa Tinggi dan Belum Butuh Bantuan Asing
Ketua DPD RI Sultan Najamudin singgung harga diri bangsa soal keputusan pemerintah belum mau terima bantuan asing untuk bencana Sumatra
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD RI Sultan Najamudin menanggapi sinyal Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang membutuhkan bantuan dari luar negeri untuk penanganan bencana Sumatra.
- Menurut Sultan, negara masih belum memerlukan bantuan asing, dan sanggup mengelola bencana dengan kemampuan sendiri.
- Sultan juga menilai, harga diri bangsa tinggi terkait keputusan pemerintah yang mengandalkan kemampuan dalam negeri untuk menangani bencana.
TRIBUNNEWS.COM - Simak profil Sultan Najamudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) yang menyinggung soal harga diri bangsa ketika membahas soal keputusan pemerintah belum menerima bantuan asing untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Adapun Sultan Najamudin memberi tanggapan mengenai isyarat atau sinyal dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang membutuhkan bantuan dari luar negeri.
Sebelumnya, Mualem sudah menyebut bahwa pihaknya terbuka menerima bantuan dari asing dan lembaga internasional untuk penanganan bencana yang melanda wilayahnya.
Ia menilai, bantuan asing akan sangat bermanfaat bagi warga korban terdampak bencana.
Sehingga, eks pejuang gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu justru mempertanyakan adanya pihak yang menghalangi arus bantuan kemanusiaan yang berasal dari luar.
“Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh,” kata Mualem seusai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden RI Prabowo Subianto serta sejumlah menteri dan gubernur di posko terpadu penanganan bencana alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
Terkait pernyataan Mualem tersebut, Sultan Najamudin menerangkan bahwa pemerintah masih sejalan dengan Prabowo untuk mengandalkan kemampuan dalam negeri terkait penanganan bencana di Sumatra.
Menurutnya, kemampuan dalam negeri tidak hanya soal pemenuhan logistik, tetapi juga menyangkut harga diri bangsa.
"Saya masih bersepakat dengan Pak Presiden bahwa sepanjang negara ini masih mampu, sepanjang bangsa kita masih mampu untuk mengelola bencana ini, harga diri bangsa kita juga tinggi," kata Sultan di Gedung Parlemen DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).
Sultan menyebut, membuka pintu untuk masuknya bantuan asing membawa konsekuensi, dan negara harus mempertimbangkan aspek-aspek lainnya, di luar aspek kemanusiaan.
"Kalau asing masuk, mungkin bukan hanya bantuannya yang dipertimbangkan, tapi aspek lainnya. Itu feeling saya yang masih dipertimbangkan pemerintah," tutur Sultan.
Baca juga: Pengamat: Prabowo Tegas Sentil Bupati Aceh Selatan, Gubernur Mualem Pantas Jadi Pemimpin Nasional
Profil Sultan Najamudin
Sultan Najamudin memiliki nama lengkap Sultan Baktiar Najamudin, dan lahir di Bengkulu pada 11 Mei 1979.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), serta S2 di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Sultan terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2024-2029 dari daerah pilihan (dapil) Bengkulu, provinsi kelahirannya, dengan perolehan 129.495 suara pada Pemilihan Umum Legislatif atau Pileg 2024 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sultan-Najamudin-di-Kompleks-Parlemen-32.jpg)