Rabu, 22 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Ajakan Patungan Beli Hutan Dinilai Jadi Terobosan Baru Selamatkan Lingkungan

Daniel menilai inisiatif tersebut lahir dari rasa kekecewaan publik terhadap degradasi hutan yang terus terjadi dan menimbulkan bencana ekologis. 

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
HO/IST
ILUSTRASI HUTAN - Pandawara Group mengajak masyarakat patungan membeli hutan yang terancam alih fungsi 

 

Ringkasan Berita:
  • LSM Pandawa Group melemparkan gagasan  baru di tengah bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra yang kembali dikaitkan dengan masifnya deforestasi.
  • Pandawara Group imbau masyarakat patungan membeli hutan yang terancam alih fungsi
  • Keberadaan hutan lebat dalam upaya penyelamatan lingkungan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa(PKB), Daniel Johan, menilai ajakan Pandawara Group agar masyarakat patungan membeli hutan yang terancam alih fungsi dapat menjadi terobosan baru dalam upaya penyelamatan lingkungan.

Apalagi jika ajakan itu benar-benar berhasil diwujudkan.

Pandawara Group, kelompok aktivis lingkungan muda asal Bandung, sebelumnya melemparkan gagasan itu melalui unggahan Instagram.

Gagasan itu muncul  di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra  kembali dikaitkan dengan masifnya deforestasi.

"Ide ini kalau berhasil akan menjadi terobosan baru menyelamatkan hutan dan dengan patungan artinya hutan menjadi milik rakyat, bukan hutan milik negara semata. Rakyat punya andil dalam menjaga dan menyelamatkan hutan," kata Daniel kepada Tribunnews.com, Kamis (11/12/2025).

Daniel menilai inisiatif tersebut lahir dari rasa kekecewaan publik terhadap degradasi hutan yang terus terjadi dan menimbulkan bencana ekologis. 

Menurut dia ajakan itu sekaligus menjadi “tamparan” bagi pemerintah yang dinilai terlalu mudah memberikan izin konsesi tanpa pengawasan memadai.

"Ini bentuk tamparan buat pengambil kebijakan yang dengan mudah memberikan izin konsensi tanpa pengawasan yang baik," ujar Daniel.

Kasus beli hutan sebelumnya

Daniel juga menyinggung contoh filantrop lingkungan, pendiri The North Face, yang membeli sekitar dua juta hektar hutan di Chile dan Argentina untuk dilindungi dari deforestasi. 

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya kolaborasi semua pihak untuk memastikan pengelolaan hutan yang lebih bertanggung jawab.

"Saatnya semua bersatu padu, melihat, mengawasi kinerja pemerintah dalam mengelola hutan. Hutan yang rusak seperti saat ini warisan belasan-puluhan tahun lalu. Kita tidak ingin kembali merusak hutan yang tersisa, harus di jaga dan dilestarikan," imbuh Daniel.

Masalah penggundulan hutan belakangan ini jadi sorotan menyusul banjir bandang yang melanda Sumatera.

Sejumlah pihak menilai penggundulan hutan ikut memperparah banjir Sumatera.

Indikasi adanya penggundulan hutan terlihat dari banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir.

Kayu gelondongan yang berukuran besar ini diduga ditebang dari hutan.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved