Transformasi Dukungan Politik Lewat Asta Cita Prabowo, GAN Gelar Refleksi Setahun Berkarya
Momentum refleksi setahun perjalanan organisasi Garuda Astacita Nusantara (GAN) dalam mengawal visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ringkasan Berita:
- GAN menegaskan perannya sebagai gerakan sosial, bukan sekadar pendukung politik pasca-pemilu, dengan menjadikan Asta Cita Presiden Prabowo sebagai cetak biru operasional organisasi.
- Dalam satu tahun pertama, GAN fokus pada kerja nyata, termasuk turun langsung mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 26 provinsi.
- Peringatan HUT ke-1 menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momentum refleksi setahun perjalanan organisasi Garuda Astacita Nusantara (GAN) dalam mengawal visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, perlu diperkuat.
GAN adalah organisasi masyarakat yang dibentuk setelah pemilu untuk mengawal dan menerjemahkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ke dalam gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Organisasi ini menegaskan diri bukan sekadar wadah dukungan politik, tetapi motor penggerak program-program nyata yang sejalan dengan delapan misi pembangunan nasional.
Sebab, hal ini menunjukan bahwa transformasi dukungan politik bisa menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sejak disahkan secara legal pada 6 Desember 2024, GAN menegaskan diri sebagai organisasi yang tidak ingin pasif setelah momentum pemilu selesai.
Asta Cita Presiden Prabowo, yang mencakup delapan misi utama mulai dari ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, penguatan pertahanan, hingga pemerataan pembangunan, dijadikan cetak biru operasional organisasi.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum GAN, Muh. Burhanuddin saat Puncak Peringatan HUT ke-1 Sekaligus Seminar Nasional di Jakarta , Jumat (12/12/2025).
Burhanuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa satu tahun perjalanan GAN bukanlah sekadar selebrasi seremonial.
“Peringatan satu tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembuktian bahwa dukungan politik dapat dikonversi menjadi gerakan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegas Burhanuddin.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal DPP GAN, Erlambang Trisakti, serta narasumber dalam acara Seminar Nasional, Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi.
Sederet tokoh nasional yang turut hadir diantaranya Dewan Pembina DPP GAN, Dr. Sudaryono (Wamen Pertanian), Hariqo Satria Wibawa (Bakom Pemerintah RI); M. Akbar Djohan (Ketua Umum DPP ALFI); Prof. Dr. Muhammad Sabri (Direktur PKPIP - BPIP); Mayjen TNI Rionardo (Staf Ahli Menhan); Budi Arwan (Direktur Ormas - Kemendagri).
Burhanuddin menegaskan bahwa tahun pertama GAN dipusatkan pada upaya memastikan bahwa janji kampanye tidak berhenti sebagai slogan.
Komitmen ini terlihat dari langkah konkret pada Januari 2025, ketika GAN langsung turun ke lapangan mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 26 provinsi.
Sementara banyak pihak masih berkutat dalam pengkajian konsep, GAN justru memilih terjun langsung untuk memastikan program tersebut berjalan pada tingkat akar rumput.
Salah satu keberhasilan signifikan GAN selama satu tahun adalah kemampuan berkembang secara cepat melalui pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/puncak-hut-ke-1.jpg)