Kamis, 21 Mei 2026

Sarasehan Kebangsaan Universitas Trilogi Jakarta Bahas Kepemimpinan Soeharto

Universitas Trilogi bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan sarasehan kebangsaan mengupas kepemimpinan Soeharto.

Tayang:
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
SARASEHAN KEBANGSAAN - Sarasehan kebangsaan mengupas kepemimpinan Soeharto yang diselenggarakan Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta baru-baru ini. Sarasehan mengangkat tema Refleksi Kepemimpinan Presiden Soeharto dan Transformasi yang Terjadi pada Masa Pemerintahannya. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan sarasehan kebangsaan mengupas kepemimpinan Presiden RI ke-2 Soeharto.
  • Sarasehan ini menghadirkan pembicara Prof Haryono Suyono, Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) dan TB. Massa Djafar, akademisi dari Universitas Nasional, Jakarta. 
  • Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di masa Soeharto disebut mendapat peringkat tertinggi dibandingkan masa-masa presiden setelahnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok mantan Presiden Soeharto selalu menarik jadi bahan kajian akademis di kampus di tengah kontroversi penetapan Presiden kedua RI tersebut sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah.

Baru-baru ini, Universitas Trilogi Jakarta bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan sarasehan kebangsaan mengupas kepemimpinan Soeharto.

Rektor Universitas Trilogi, Pramono Hari Adi mengatakan, sarasehan bertema Refleksi Kepemimpinan Presiden Soeharto dan Transformasi yang Terjadi pada Masa Pemerintahannya ini merupakan upaya kolektif untuk memperkuat semangat kita dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. 

Baca juga: 10 Daftar Tokoh Terima Gelar Pahlawan Nasional: Presiden Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah

Acara sarasehan ini menghadirkan pembicara Prof Haryono Suyono, Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) yang juga bergabung dengan Pemerintahan Presiden Soeharto sejak 1973-1998 dan TB. Massa Djafar, akademisi dari Universitas Nasional, Jakarta. 

Selain itu turut hadir pula, Ahmad Ridha Sabana, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital dan Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho serta Sugiono, Ketua Yayasan Damandiri, dan seluruh perwakilan yayasan yang diprakarsai almarhum Soeharto. 

Prof Haryono Suyono yang pernah menjadi kepala BKKBN di era Presiden Soeharto menceritakan pengalaman pribadinya sebagai salah satu orang terdekat dan terlama dalam mendampingi kepemimpinan Pak Harto.

Sementara TB Jafar mengulas jejak kepemimpinan Soeharto sebagai salah satu pemimpin besar bangsa yang juga tidak lepas dari sejarah bangsa. Harapannya pengalaman yang konstruktif harus dijadikan sebagai modal untuk pembangunan bangsa.

Kepala YPPIJ Arissetyanto Nugroho mengatakan Presiden Soeharto adalah tokoh istimewa, tidak hanya bagi Indonesia tapi dunia Internasional. Perjuangan dan keberhasilan kepemimpinan telah membawa nama harum negara dan bangsa.

Sejarah dunia mencatat keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, pangan, pendidikan, keagamaan, stabilitas wilayah, perdamaian dunia, dan aksi-aksi kemanusiaan di banyak negara lain.

Baca juga: Sejarah Hari Reformasi Nasional, Pengingat Peristiwa 21 Mei 1998 Lengsernya Presiden Soeharto

"Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, kehadiran Republik Indonesia telah menjangkau belahan dunia lain, walaupun pada masa itu teknologi informasi belum semaju saat ini," ungkapnya.

Tidak mengherankan jika penghargaan internasional telah disematkan kepada pemerintah Republik Indonesia. 

Dari berbagai riset lembaga survei yang dilakukan setelah Pak Harto berhenti tahun 1998, ternyata keberhasilan pelaksanaan pembangunan mendapat peringkat tertinggi dibandingkan masa-masa setelahnya.

Visi Trilogi Pembangunan berupa Stabilitas Nasional, Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Pembangunan, berhasil membawa kejayaan  Indonesia. Oleh karena itu, MPR RI mengukuhkan Bapak Pembangunan pada tahun 1985. 

Konsepsi pembangunan Presiden Soeharto selama memimpin Indonesia tidak hanya berpijak untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Pak Harto selalu menekankan pentingnya visi dan misi pembangunan untuk generasi penerus bangsa.

Menurutnya, munculnya kalimat 'Enak Zamanku' di media sosial merupakan wujud rasa rindu masyarakat pada kepemimpinan Pak Harto.

Baca juga: Besok 21 Mei 2025 Diperingati Hari Reformasi Nasional: Mengenang Lengsernya Presiden Soeharto

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved