Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat Diperingati 15 Desember, Simak Sejarahnya
Hari Juang Kartika TNI AD diperingati setiap 15 Desember untuk mengenang perjuangan NKRI, khususnya melalui Pertempuran Ambarawa.
Ringkasan Berita:
- Hari Juang Kartika TNI AD diperingati setiap 15 Desember untuk mengenang perjuangan mempertahankan kedaulatan NKRI, khususnya melalui Pertempuran Ambarawa.
- Peringatan ini berakar dari kemenangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Jenderal Soedirman yang berhasil memukul mundur pasukan Sekutu pada 15 Desember 1945.
- Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 163 Tahun 1999, peringatan yang sebelumnya dikenal sebagai Hari Infanteri tersebut resmi ditetapkan sebagai Hari Juang Kartika.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 15 Desember, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memperingati Hari Juang Kartika.
Hari Juang Kartika TNI AD sebelumnya bernama Hari Infanteri.
Tahun ini, Hari Juang Kartika TNI AD jatuh pada Senin (15/12/2025).
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah perjuangan TNI AD dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya melalui peristiwa bersejarah Pertempuran Ambarawa.
Lantas, bagaimana sejarahnya?
Sejarah Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat
Dilansir laman resmi TNI AD, sejarah Hari Juang Kartika berawal dari perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945.
Dalam peristiwa tersebut, pasukan Sekutu berhasil dijepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang.
Sebagai pemimpin pasukan, Jenderal Soedirman menegaskan perlunya mengusir tentara Sekutu dari Ambarawa secepat mungkin.
Hal ini dilakukan karena Sekutu berencana menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut wilayah Jawa Tengah.
Pasukan TKR pun memiliki tekad bulat untuk membebaskan Ambarawa, atau gugur di pangkuan Ibu Pertiwi.
Baca juga: 30 Link Twibbon Hari Juang Kartika TNI AD 15 Desember 2025, Dilengkapi Cara Mudah Unggah di Medsos
Serangan pembebasan Ambarawa berlangsung selama empat hari empat malam, dilancarkan dengan semangat juang pantang mundur.
Sejak 12 hingga 15 Desember 1945, para pejuang tidak menghiraukan desingan peluru maut dari pihak lawan.
Letusan tembakan sebagai tanda dimulainya serangan umum pembebasan Ambarawa terdengar tepat pada 12 Desember 1945 pukul 04.30 WIB.
Para pejuang yang telah bersiap di seluruh penjuru Ambarawa mulai merayap mendekati sasaran yang telah ditentukan, dengan siasat penyerangan mendadak secara serentak di semua sektor.
Seketika, suasana Ambarawa dipenuhi suara desingan peluru, dentuman meriam, dan ledakan granat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/30-Twibbon-Hari-Juang-Kartika-2025.jpg)