Banjir Bandang di Sumatera
Kepala Negara Lain Ingin Kirim Bantuan Tangani Bencana, Prabowo: Kami Mampu
Presiden Prabowo Subianto mengaku ditelepon kepala negara lain yang ingin memberikan bantuan untuk menangani bencana banjir dan longsor.
Karena data korban hilang ini tidak hanya berasal dari data yang ditemukan di lapangan, tapi juga berasal dari penambahan identifikasi korban yang sebelumnya sudah ditemukan.
"Untuk data korban hilang, kemarin 217, saat ini 212. Kenapa tidak sinkron, kalau yang meninggalnya ada bertambah 10, harusnya yang hilang berkurang 10."
"Ini seperti yang kami sampaikan, data korban yang hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan, tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya sudah ditemukan, kemudian dikonfirmasi ternyata bukan dari warga kabupaten A, pindah ke kabupaten B."
"Hal-hal dinamis seperti ini terus kita dapati di lapangan, supaya pencatatan kita benar-benar sesuai dengan identifikasi by name, by address di tiap kabupaten/kota," jelas Abdul Muhari.
Kemudian untuk data jumlah pengungsi, Abdul Muhari menyebut hari ini berkurang menjadi 624.670 ribu, berkurang sebanyak 29.972 orang.
"Untuk jumlah pengungsi, dari 654.642 ribu kemarin, hari ini 624.670 ribu. Jadi ada pengurangan dan ini kita terus konfirmasi."
"Di mana pengurangan ini memang benar kembali ke rumah masing-masing, atau pengurangan ini masih berstatus pengungsi seperti kami sampaikan, pindah dari titik pengungsian terpusat ke pengungsian mandiri, tetapi tetap bergantung pada suplai makanan, logistik yang didapatkan dari dapur umum."
"Ini terus kita pastikan angkanya supaya kebutuhan pangan untuk saudara kita yang terdampak bencana bisa tetap terus dipenuhi," imbuh Abdul Muhari.
(Tribunnews.com/Deni/Faryyanida)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-gendong-balita-di-bener-meriah-1.jpg)