Banjir Bandang di Sumatera
Kepala Negara Lain Ingin Kirim Bantuan Tangani Bencana, Prabowo: Kami Mampu
Presiden Prabowo Subianto mengaku ditelepon kepala negara lain yang ingin memberikan bantuan untuk menangani bencana banjir dan longsor.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto mengaku ditelepon kepala negara lain yang ingin memberikan bantuan untuk menangani bencana banjir dan longsor yang melanda.
- Namun, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia mampu mengatasi bencana tersebut.
- Ia pun mengapresiasi inisiatif para menteri, Panglima TNI, hingga Kapolri dalam menangani bencana.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengaku ditelepon kepala negara lain yang ingin memberikan bantuan untuk menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Awalnya, Prabowo mengapresiasi inisiatif para menteri, Panglima TNI, hingga Kapolri dalam menangani bencana yang menewaskan ribuan orang ini.
"Sehingga saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara lain ingin kirim bantuan, saya bilang, 'Terima kasih concern (perhatian) Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini'," ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, ada pihak yang mendesak agar peristiwa banjir dan longsor di Sumatra ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional.
Namun, Kepala Negara menegaskan bahwa kondisi di lokasi dapat diatasi oleh pemerintah.
"Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, 3 provinsi dari 38 provinsi, jadi situasi terkendali," ungkapnya.
Jumlah Korban
Pada Minggu (14/12/2025) kemarin, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kembali memberikan update informasi terkait jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Abdul Muhari mengatakan, korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra bertambah 10 orang.
Sembilan di antaranya berasal dari Aceh dan satu lainnya ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Total korban jiwa akibat bencana Sumatra hari ini menjadi 1.016 orang.
"Untuk hari ini hasil pencarian dan pertolongan, bertambah 10 jasad yang ditemukan. Khususnya di Aceh ada sembilan dan satu dari Kabupaten Agam."
Baca juga: Prabowo Sindir Pejabat Datang ke Lokasi Bencana Cuma Foto-foto, Tak Mau Ada Budaya Wisata Bencana
"Sehingga total yang kemarin rekapitulasi jumlah korban tiga provinsi itu 1.006 jiwa, hari ini bertambah 10 menjadi 1.016 jiwa," kata Abdul Muhari dalam konferensi, Minggu.
Kemudian data korban hilang menjadi 212 orang, berkurang lima dari data sebelumnya, yakni 217 orang.
Kapusdatin BNPB itu menegaskan, jumlah korban meninggal yang ditemukan dan pengurangan korban hilang pada hari ini memang tidak sinkron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-gendong-balita-di-bener-meriah-1.jpg)