Ijazah Jokowi
PSI Nilai Ada Parpol di Koalisi Pemerintahan Prabowo Berusaha Memecah Belah dan Lapar Kekuasaan
Bestari meminta kepada seluruh kader PSI untuk tidak terjerembap dalam persoalan ijazah palsu dan dugaan korupsi Whoosh tersebut.
Ringkasan Berita:
- PSI mengendus ada upaya dari partai politik di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini untuk memecah belah koalisi
- PSI menduga berbagai upaya dilakukan oleh parpol tersebut agar kedua tokoh yang ada di koalisi pemerintahan saat ini yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo terpecah
- Parpol itu diduga terus mendengungkan tudingan ijazah palsu milik Jokowi dan dugaan proyek korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh
TRIBUNNEWS.COM, KALIMANTAN TENGAH - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang Politik, Bestari Barus, menyatakan pihaknya mengendus ada upaya dari partai politik (parpol) di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini untuk memecah belah koalisi.
Kata Bestari Barus, beragam upaya dilakukan oleh parpol tersebut agar kedua tokoh yang ada di koalisi pemerintahan saat ini yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) terpecah.
Adapun upaya yang dimaksud, kata Bestari, yakni dengan terus mendengungkan tudingan ijazah palsu milik Jokowi dan dugaan proyek korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh.
"Oleh partai politik, oleh para pihak untuk ke depan itu membangun kekuatan atau menggeser Pak Jokowi, ya kan? Artinya hal seperti ini, seperti yang kita lihat. Adanya kemudian tiba-tiba dalam satu koalisi tapi malah saling ngomongin, ya kan? Mengungkit-ungkit soal ijazah palsu. Kemudian juga terkait dengan Whoosh. Ya kan? Nah itu kan tanda-tanda sebetulnya," kata Bestari saat ditemui usai memberikan arahan dalam Rakorwil DPW PSI Kalimantan Tengah, di Kota Palangkaraya, Senin (15/12/2025) malam.
Kata dia kondisi tersebut mencerminkan kalau ada salah satu partai politik di koalisi pemerintahan yang sedang lapar dengan kekuasaan.
Hanya saja, dia tidak menyebutkan secara tegas parpol apa yang dimaksud.
Namun, apabila menilik perkembangan kasus ijazah palsu Jokowi kata dia, bukan tidak mungkin perkara tersebut dimainkan oleh sosok atau tokoh besar di belakangnya.
"Bahwa ada yang sedang lapar kuasa, itu boleh dikutip lah. Lapar kuasa ingin memecah belah ini. Sementara kita sangat tahu bahwa Pak Jokowi dengan Pak Prabowo ini kan sohib. Ya kan? Enggak gampang dipecah," kata Bestari Barus.
Imbauan kepada Kader PSI
Oleh karena itu, Bestari meminta kepada seluruh kader PSI untuk tidak terjerembap dalam persoalan ijazah palsu dan dugaan korupsi Whoosh tersebut.
Dia meminta agar para kader partai berlogo Gajah itu untuk waspada terhadap kekuatan besar yang ingin mengganggu kekompakan koalisi Prabowo-Gibran.
"Maka kami menyampaikan pada kesempatan ini kepada kader dan pengurus kita di sini untuk waspada dan terus berjalan sampaikan bahwa di usianya yang sudah cukup senior, Pak Jokowi masih berpikir tentang bagaimana rakyat mendapatkan hal terbaik melalui PSI," kata dia.
"Tidaklah mungkin ada orkestrasi berkelanjutan melewati tahun, ya? Digelar oleh satu orang. Pasti ada kekuatan politik di belakangnya. Kan seperti itu. Saya kira itu," tukas Bestari Barus.
Kasus ijazah Jokowi
Kasus ijazah Jokowi terus menggelinding setelah dipersoalkan oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.
Menteri yang menjabat di era Presiden SBY ini menuduh ijazah sarjana Jokowi palsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ada-kekuatan-besar-yang-ing-g.jpg)