Senin, 4 Mei 2026

Indonesia Targetkan Ekosistem Riset Berkelas Dunia untuk Dongkrak PDB

Upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi. 

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat berbicara di Human Development Synergy Forum yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia dan Yayasan Bicara Data Indonesia, Kamis (18/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menekankan pentingnya pendidikan tinggi, riset, dan inovasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  • Anggaran riset 2025 meningkat signifikan hingga Rp3,2 triliun, dengan fokus membangun research university dan spesialisasi riset di bidang unggulan seperti rumput laut.
  • Indonesia masih tertinggal dalam indeks inovasi global akibat sistem pembelajaran berbasis hafalan dan minimnya kontribusi swasta dalam pendanaan riset.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi. 

Tantangan besar yang dihadapi adalah fenomena brain drain, yakni keluarnya talenta terbaik ke luar negeri yang berisiko menurunkan daya saing nasional.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan riset merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Tanpa investasi pada ide dan inovasi, pertumbuhan ekonomi akan berhenti pada kondisi steady state,” ujarnya dalam Human Development Synergy Forum yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia dan Yayasan Bicara Data Indonesia, Kamis (18/12/2025).

Forum ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju brain gain dengan menarik kembali talenta diaspora, serta brain circulation melalui jejaring riset global. 

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat SDM, sains, dan pendidikan.

Stella merujuk pada teori pertumbuhan ekonomi Paul Romer yang menekankan dampak besar investasi pada pengetahuan dan inovasi. 

Ia menyebut, peningkatan investasi riset 10 persen dapat mendongkrak PDB hingga 0,9 persen dalam jangka panjang.

Pada 2025, anggaran riset melonjak menjadi Rp3,2 triliun, naik 218 persen dibanding tahun sebelumnya. Dana ini sebagian besar berasal dari LPDP yang langsung disalurkan ke universitas.

Baca juga: Rumah Belajar Buka Akses Pendidikan ke Anak-anak di Pelosok Kabupaten Alor

Membangun Universitas Riset

Pemerintah berencana membangun research university yang berfokus pada kualitas riset, bukan sekadar jumlah publikasi. 

Stella mencontohkan Stanford University yang memberi dampak ekonomi tahunan sekitar US$2,7 triliun dan menciptakan jutaan lapangan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya spesialisasi riset. 

“Jangan investasi kecil-kecil di semua bidang. Indonesia harus fokus pada niche yang dimiliki,” katanya. 

Salah satu contohnya adalah potensi rumput laut tropis, di mana Indonesia menjadi produsen terbesar dunia dengan nilai pasar US$12 miliar, namun masih menjual dalam bentuk mentah.

Stella menyoroti minimnya kontribusi swasta dalam pendanaan riset. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved