Jumat, 5 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Terjun Sejak Hari Pertama Bencana Sumatra: Tanpa Kamera dan Media

Sejak hari pertama bencana Sumatra, Presiden Prabowo langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan.

Tayang:
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
BENCANA SUMATRA - Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya saat mengunjungi korban bencana di Posko Pengungsian MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut), Sabtu (13/12/2025). Sejak hari pertama bencana Sumatra, Presiden Prabowo langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara dan kepala daerah lainnya untuk monitor keadaan. 

"Baru kita undang rekan-rekan media. Jadi itu semuanya sejak hari pertama saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana."

"Sampai sekarang totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat TNI, Polri, Basarnas, Polisi, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya sampai sekarang, setiap harinya," papar Teddy.

"Bapak Presiden di hari kelima atau keenam langsung ke tiga provinsi tersebut, diikuti Bapak Wapres dan menteri-menteri," lanjutnya.

Teddy Jawab Soal Status Bencana Nasional

Selain itu, Teddy juga menanggapi terkait pihak-pihak yang hingga sekarang masih terus mempermasalahkan status bencana nasional Sumatra.

Teddy mengatakan, meski tidak ada penetapan status bencana nasional, penanganan bencana di 3 provinsi Sumatra tersebut sudah berskala nasional.

"Masih ada pihak-pihak yang terus saja membahas status bencana nasional. Jadi gini, bencana ini ada di tiga provinsi, ketiganya terdampak, tapi mungkin 1-2 minggu ini, semua fokusnya hanya ke Aceh," ungkapnya.

"Sejak hari pertama tanggal 26, pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional di tiga provinsi ini, langsung mobilisasi nasional, mari kita fokus ke substansinya. Sudah ada 50 lebih pasukan di sana, TNI-Polri, 50.000 lebih pasukan di sana, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan-relawan banyak sekali," jelasnya.

Teddy mengatakan, banyak pihak yang ingin ditetapkan status bencana nasional karena khawatir soal anggarannya,

Namun, kata dia, soal anggara tersebut sudah dijawab oleh Presiden Prabowo Subianto langsung, yakni menggunakan dana pusat sepenuhnya.

"Disampaikan Rp60 triliun sudah dikeluarkan secara berangsur untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas semuanya, gedung DPRD, kecamatan juga dan juga langsung seluruh bupati-wali kota 52 itu diberikan uang cash untuk di hari itu gitu," paparnya.

"Bila ada kebutuhan lain tinggal sampaikan pasti dikasih juga dan tentunya bantuan dari segala macam sudah masuk ke kabupaten itu," imbuh Teddy.

Kemudian terkait sarana dan prasarana, Teddy menjelaskan bahwa di lokasi bencana sudah diterjunkan banyak kapal hingga helikopter.

"Dibilang kalau tidak bencana nasional, sarana prasarana fasilitas tidak ada dari pusat. Sudah dijawab juga di lapangan, 100 lebih kapal, pesawat, helikopter sudah ke sana. Ada alat berat dari PU (Pekerjaan Umum) mungkin totalnya sekitar 1.000 mungkin, diangkut dari mana pun di Indonesia ini diangkut ke sana," ucapnya.

"Kemudian kalau tidak bencana nasional pemulihan infrastruktur hanya di daerah, semuanya sudah digerakkan ke sana, perlu waktu, makanya kita sama-sama gitu. Jembatan banyak putus, jalan banyak putus, berangsur-angsur disambung. Jembatan sudah langsung dibuktikan 1 minggu 7 sampai 10. Jadi itu yang kerja bukan satu dua orang, semua warga di situ kerja," jelas Teddy.

Teddy pun menegaskan, dalam situasi seperti ini semua pihak harus saling mendukung dan berkoordinasi satu sama lain agar semua bisa teratasi dengan baik.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved