OTT KPK di Bekasi
Tri Rismaharini Sindir Bupati Bekasi Ade Kuswara yang Kena OTT KPK: Apa yang Dicari?
Risma menegaskan, seorang kepala daerah dipilih karena masyarakat menggantungkan kehidupannya di masa mendatang kepada pemimpin
Ringkasan Berita:
- Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini mengaku heran dengan kepala daerah yang melakukan korupsi.
- Mantan Menteri Sosial ini meminta para kepala daerah untuk menjaga amanah rakyat
- Seorang kepala daerah dipilih karena masyarakat menggantungkan kehidupannya di masa mendatang kepada pemimpin tersebut
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Tri Rismaharini atau Risma, mengaku heran dengan kepala daerah yang melakukan korupsi.
Hal ini disampaikan Risma merespons Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025).
OTT KPK yaitu tindakan penangkapan langsung terhadap seseorang yang sedang melakukan tindak pidana korupsi atau terkait suap/gratifikasi.
Baca juga: Bupati Ade Kuswara Terjaring OTT KPK, ASN Pemkab Bekasi Kompak Tolak Berkomentar
"Saya pernah jadi wali kota gitu. Apa yang kita cari ya? Sebetulnya di dalam hidup itu apa yang kita cari? Kita enggak tahu besok mati, nanti sore mati. Lusa mati. Apa yang mau kita cari," kata Risma, saat ditemui di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Risma menegaskan, seorang kepala daerah dipilih karena masyarakat menggantungkan kehidupannya di masa mendatang kepada pemimpin tersebut.
Baca juga: PDIP Buka Suara usai Bupati Ade Kuswara Kena OTT: Tanggung Jawab Pribadi, KPK Jangan Tebang Pilih
"Saat seseorang itu memilih kita, artinya mereka bergantung kehidupannya kepada kita. Mereka yang punya anak. Dia pengen, ya anakku bisa sekolah, setinggi mungkin. Mereka yang belum kerja. Dia pengen, oh saya pengen dapat pekerjaan. Kalau aku memilih kamu. Artinya sebagian hidup mereka itu digantungkan kepada kita" ujarnya.
Oleh karena itu, mantan Menteri Sosial ini meminta para kepala daerah untuk menjaga amanah rakyat.
"Jadi saya berharap mari kita semua bisa menjaga, apa namanya, menjaga amanah itu. Karena itulah yang paling berat," ungkap Risma.
Terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam OTT di Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik suap yang melibatkan penyelenggara negara dan pihak swasta.
"Tim mengamankan dan menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai dalam jumlah ratusan juta. Nanti detailnya kami akan sampaikan," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.
Baca juga: Penampakan Rumah Dinas Bupati Bekasi Ade Kuswara, Sepi Bak Tak Berpenghuni
KPK Amankan Bupati dan Sang Ayah
Dalam operasi penindakan ini, tim KPK awalnya mengamankan total 10 orang di wilayah Bekasi.
Setelah dilakukan penyaringan awal, tujuh orang di antaranya langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Ketujuh orang tersebut terdiri dari pihak penyelenggara negara dan swasta.
Selain Bupati Ade Kuswara, KPK juga turut mengamankan ayah sang bupati, HM Kunang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bupati-disindirrrr-risma-pdip.jpg)