Rapimnas Partai Golkar
Bahlil Ingatkan Tak Boleh Ada Kelompok Tertentu yang Klaim Kuasai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan tidak boleh ada satu kelompok tertentu yang merasa memiliki Partai Golkar.
"Tidak akan pernah saya menjadikan partai Golkar untuk mengurus kepentingan pribadi saya. Apalagi usaha saya, jangan pernah kalian pikir, nggak akan pernah," katanya.
Berkenaan dengan itu Bahlil meminta semua kader dan pengurus untuk sama-sama menjaga marwah partai untuk kebaikan bangsa dan negara.
"Dan jangan lagi ada cara-cara seolah-olah kita harus urus orang per orang. No. Partai ini adalah milik kita bersama. Partai ini adalah aset negara. Kita harus menjaga marwah partai ini untuk kebaikan bangsa dan negara," ungkap dia.
Sindir Ketua Umum Terdahulu
Bahlil turut menyindir ketua umum Golkar yang lama karena ragu menentukan sikap dalam pemerintahan.
Awalnya, dia menegaskan bahwa Golkar akan setia mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kita enggak boleh masuk dalam koalisi-koalisi banci, enggak boleh,” kata Bahlil.
Dirinya kemudian menyeret ketua umum Golkar lama, dengan menyebut sosok ketua umum lama itu bersikap maju-mundur dalam bersikap.
"Saya enggak tahu kalau ketua umum dulu ya, yang bisa maju mundur, maju mundur. Saya ini enggak bisa karena sopir angkot itu maju saja, mundurnya enggak bisa, gitu,” ucapnya.
Dalam Rapimnas ini, sejumlah elite Golkar hadir kompak mengenakan seragam warna kuning, warna kebesaran Golkar.
Mereka antara lain Ketua Dewan Pembina Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Dewan Kehormatan Golkar Hafiz Zawawi, dan Wakil Ketua Dewan Etik Golkar Mohammad Andi Mattalatta.
Hadir juga Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Golkar Sari Yuliati, serta sejumlah Waketum Golkar, di antaranya Kahar Muzakir, Adies Kadir, Wihaji, hingga Ace Hasan Syadzily.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/etua-Umum-Partai-Golkar-Bahlil-Lahadalia-saat-membuka-Rapimnas-432.jpg)