Banjir Bandang di Sumatera
Daftar Kepala Daerah Tiadakan Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026, Empati pada Korban Banjir Sumatra
Sejumlah kepala daerah meniadakan pesta kembang api Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap korban banjir Sumatra.
Ringkasan Berita:
- Beberapa kepala daerah di Indonesia meniadakan pesta kembang api Tahun Baru 2026.
- Hal itu dilakukan sebagai bentuk empati terhadap korban bencana banjir di Sumatra.
- Pesta kembang api diganti acara zikir dan doa bersama.
TRIBUNNEWS.com - Sejumlah kepala daerah memutuskan untuk meniadakan pesta kembang api Tahun Baru 2026, di tengah bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tak akan menggelar pesta kembang api menyambut Tahun Baru 2026.
Langkah serupa juga diambil oleh kepala daerah lainnya, seperti Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Dirangkum Tribunnews.com, berikut ini daftar kepala daerah yang meniadakan pesta kembang api Tahun Baru 2026:
1. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung
Pramono Anung memastikan perayaan penyambutan Tahun Baru 2026 di ibu kota akan berlangsung sederhana.
Ia mengatakan tidak akan menggelar pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap daerah-daerah yang berduka akibat bencana, seperti Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Baca juga: 5 Fakta Aceh Minta Bantuan 2 Lembaga PBB: Bantahan Mualem, DPR Beda Sikap hingga Kata Mendagri
Sebagai gantinya, kata Pramono, Pemprov DKI aka menggelar pertunjukan drone.
"Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga enggak perlu ada. Jadi pakai drone saja cukup."
"Karena bagaimanapun Jakarta sebagai ibu kota negara kan akan dilihat negara-negara lain. Maka, saya akan meminta tim khusus untuk menyiakan itu," kata Pramono, Jumat (19/12/2025), dilansir TribunJakarta.com.
Sebagai bentuk empati terhadap wilayah yang terdampak bencana, Pramono menyebut Pemprov DKI akan menyiapkan lokasi khusus untuk kegiatan refleksi dan doa bersama.
Ia mengatakan Pemprov DKI tidak akan menggelar penyambutan Tahun Baru 2026 secara meriah.
"Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung dan berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara," tutur Pramono.
"Yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat apa, mewah-mewah, enggak. Saya enggak mau," tegasnya.
2. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Dikutip dari unggahan akun Instagram Dinas Pendidikan Kota Surabaya, @dispendiksby, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan Balai Kota tidak akan menggelar pesta kembang api Tahun Baru 2026.
Sebagai gantinya, kata Eri, Pemkot Surabaya akan melaksanakan doa bersama untuk korban bencana, khususnya wilayah Sumatra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kerusakan-di-Tapanuli-Tengah-Akibat-Banjir-dan-Longsor_20251205_053259.jpg)