Banjir Bandang di Sumatera
Banjir Bandang Aceh: Sungai Melebar 3 Kali Lipat, Warga Krisis Air Bersih
Sungai Aceh melebar tiga kali lipat usai banjir bandang, instalasi air lumpuh, warga terjebak krisis air bersih yang menghimpit kehidupan.
Ringkasan Berita:
- Sungai melebar tiga kali lipat, instalasi air bersih lumpuh, warga makin terhimpit.
- Ribuan pengungsi berebut air bersih, krisis makin parah usai banjir bandang.
- Pemerintah janji bangun instalasi baru, tapi warga masih menunggu solusi nyata.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan warga Aceh terjebak krisis air bersih setelah banjir bandang dan longsor membuat sungai melebar tiga kali lipat, dangkal, menutup instalasi, dan melumpuhkan pasokan kebutuhan dasar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan, perubahan drastis kondisi sungai menjadi penyebab utama lumpuhnya instalasi air bersih.
“Hampir di semua kabupaten, sungai-sungainya melebar dan dangkal. Rata-rata menjadi dua sampai tiga kali lipat dari kondisi semula,” ujar Dody dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Selasa (30/12/2025).
Akibatnya, banyak instalasi pengolahan air yang berada di tepi sungai tertutup lumpur dan tidak dapat beroperasi.
“Ini yang menyebabkan kesulitan air bersih di seluruh kabupaten terdampak,” katanya.
Warga Terjebak Krisis
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (30/12/2025) pukul 10.00 WIB, korban meninggal mencapai 1.141 orang dan 163 orang masih hilang.
Sementara itu, total 399.172 jiwa tercatat masih mengungsi.
Di pengungsian, air bersih menjadi barang langka.
Warga harus antre panjang untuk mendapatkan suplai terbatas, sementara sebagian lainnya mengandalkan air hujan atau sumber darurat.
Baca juga: 216 Desa Masih Tertimbun Lumpur, Aceh Tamiang Butuh Banyak Alat Berat
Target Pemulihan 3–4 Bulan
Pemerintah menargetkan pembangunan kembali instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik di beberapa titik dalam waktu tiga hingga empat bulan.
“Harapan kami dalam tempo 3–4 bulan ke depan, beberapa water treatment plant yang berkapasitas 50 liter per detik bisa segera terbangun di beberapa titik,” kata Dody.
Di Kabupaten Pidie Jaya, tim konsultan telah dikirim untuk mengkaji kondisi sungai dan rencana pembangunan bendungan.
Pembersihan kayu gelondongan juga dilakukan di Bendung Jambo Aye dan Keureuto, Aceh Utara, agar aliran air kembali lancar.
Akar Masalah di Hulu
Dody menegaskan, penanganan banjir di hilir tidak akan efektif jika persoalan di hulu dibiarkan.
“Apapun yang kami kerjakan di hilir akan menjadi sia-sia kalau masalah di hulu tidak kita tangani bersama,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TNI-Bersama-Warga-Buka-Akses-Antar-Desa-di-Aceh-Tenggara_20251216_143444.jpg)