Jumat, 15 Mei 2026

112 Anak Broken Home Hingga Patah Hati Terpapar Radikalisme dari Medsos dan Game Online pada 2025

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 112 anak di 26 provinsi Indonesia terpapar konten radikalisme dari media sosial.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Gita Irawan
RADIKALISME - Psikolog forensik yang juga Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Reni Kusumowardhani saat Pernyataan Pers Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025 yang digelar BNPT di sebuah hotel di Jakarta pada Selasa (30/12/2025). Reni menjelaskan kondisi psikologi yang dialami anak-anak yang terpapar radikalisme sepanjang 2025. 

"Waspada bahwa 'Oh, ini saya kok diajak seperti ini nih dalam bahaya', berani untuk menceritakan kepada orang tua. Nah, di sini tentunya peran orang tua sangat besar," ucapnya.

Alami Perundungan

Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan kondisi lain yang dialami anak-anak yang rentan terpapar radikalisme di media sosial.

Kondisi tersebut, kata dia, adalah perundungan.

Anak-anak itu, ujarnya, mengalami trauma secara emosional.

"Mereka mengalami trauma secara emosional ya, ada dari bullying, juga dari broken home kan. Nah, dari sinilah mereka gampang terpapar," lanjutnya.

"Nah, ini yang terus kami jadi PR ke depan bahwa anak-anak ini tetap menjadi perhatian kami untuk dilakukan upaya rehabilitasi," pungkas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved