Selasa, 19 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Dalam 3 Hari, 4 Aktivis, Aktor, dan Influencer Kena Teror seusai Kritik Penanganan Bencana Sumatra

Hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.

Tayang: | Diperbarui:
(Ho/Campus League)
AKTIVIS DITEROR - Dalam foto: Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Iklim Greenpeace Indonesia. Hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman, salah satunya Iqbal Damanik. 

"Ibunya teman saya kena teror dan HP-nya di-hack. Nomornya diambil, lalu si pelaku ini menyuruh teman saya untuk menghapus 12 konten, kalau mau nomor ibunya kembali lagi.

Yama pun menyampaikan, dirinya akan menempuh jalur hukum terhadap terduga pelaku teror orderan fiktif terhadap dirinya.

"Dan jika teror barang COD ini tidak berhenti juga menyasar saya dan istri saya, saya mohon izin kepada terduga pelaku untuk menindaklanjuti ini langsung ke ranah hukum," ucap Yama.

Kemudian, Yama juga mewanti-wanti dengan implikasi sindiran, kepada warga untuk berhati-hati menyampaikan kritik lewat media sosial jika tidak memiliki bekingan atau perlindungan dari pihak yang punya kuasa.

2. Sherly Annavita

Kreator konten Sherly Annavita juga mengaku mendapat teror setelah vokal menyuarakan kritik terhadap penanganan pasca-bencana Sumatra, khususnya Aceh.

Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram @sherlyannavita pada Selasa (30/12/2025), wanita berusia 32 tahun mengungkap sejumlah teror yang dia dapati.

Yakni, pelemparan telur busuk di depan rumah, gulungan kertas berpita hijau stabilo, dan coretan pada mobil.

"Di depan [rumah] Sherly mendapati satu kantong telur yang sudah dilemparkan, pecahannya ini sampai ke sana. Sherly juga mendapati gulungan kertas, tapi Sherly belum buka isinya apa," kata Sherly. 

"Dan di depan ternyata mobilnya juga dicoret, atau dipiloks, warna merah begini, dari samping juga ada."

Mobil warna putih di depan rumah Sherly terlihat dicoreti piloks warna merah, dengan gambar menyerupai muka dan tanda silang di bagian mulut.

Kemudian, Sherly membuka gulungan kertas yang ternyata terdiri atas tiga lembar.

Ketika dibuka, lembaran kertas pertama berisi sebuah pesan:

Sherly......!!!!!!!!!!!!!!! Jgn kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi.
Jgn kamu mengiring opini sesat.

Lembaran kertas kedua, ada cetakan atau scan identitas atau KTP milik keluarga Sherly.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved