Minggu, 3 Mei 2026

Aktifis dan Influencer Diteror

Teror Terhadap Aktivis dan Influencer Akhir Desember 2025, KUHP dan KUHAP Berlaku Hari Ini

Di penghujung tahun 2025, sejumlah aktivis dan influencer di Indonesia mengalami teror dalam berbagai bentuk.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hasanudin Aco
HO/Istimewa/Tribunnews.com
AKTIVIS KENA TEROR - Kolase foto Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik dan Konten kreator asal Aceh, Sherly Annavita. Para aktivis yang terkena teror sebelumnya menilai pemerintah lambat dalam menangani bencana di wilayah Sumatra. 

Kertas itu dibungkus plastik dan diikatkan pada bangkai ayam.

Teror itu diduga kuat diterima Iqbal lantaran ia kerap mengunggah soal banjir di Sumatra dan respons pemerintah dalam menanganinya.

Sherly Annavita 

Influencer media sosia Sherly Annavita yang gencar menyuarakan situasi banjir di Sumatra, juga mendapat kiriman teror.

Mobilnya yang terparkir di luar rumah, dicoret menggunakan cat semprot berwarna merah oleh orang tak dikenal.

Tak hanya itu, ada sekantong plastik telur busuk yang dilempar ke depan rumah Sherly.

Di dalam bungkusan itu, ada gulungan kertas berisikan pesan bernada ancaman.

Pesan itu berisi permintaan agar Sherly tak menjadikan banjir Sumatra sebagai konten di media sosial.

Sherly juga menerima pesan ancaman lewat WhatsApp maupun media sosialnya.

Virdian Aurellio

Influencer media sosial Virdian Aurellio juga mengaku mengalami rentetan teror dari orang tak dikenal.

Peristiwa teror pertama yang dialami Virdian terjadi pada Senin (22/12/2025) lalu di Jakarta Barat.

"Saya membenarkan ada teror kepada saya mana hari Senin minggu lalu dini hari di Jakarta Barat, mobil saya kacanya dipecahkan."

"Kaca depan (dipecah) dengan batu yang besar oleh tiga motor, 1 motor 1 orang, ada dua orang dan 1 mobil sebagai koordinator," kata Virdian dikutip Tribunnews.com dari tayangan YouTube Official iNews, Kamis (1/1/2026).

Teror kedua, Virdian mengaku rumahnya didatangi oleh dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai polisi.

Namun setelah ditelusuri, dua orang itu bukanlah anggota kepolisian.

"Kemudian saya juga mendapatkan teror lain seperti tempat tinggal saya itu didatangi oleh dua orang yang mengaku sebagai polisi namun setelah dikroscek itu ternyata bukan kepolisian, jadi itu kita gak tahu siapa," ungkap dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved