Banjir Bandang di Sumatera
Prabowo Kini Nyatakan Terima Bantuan untuk Bencana Sumatra, Jusuf Kalla: Kalau Ada yang Beri, Terima
Prabowo menyatakan tidak menolak bantuan untuk korban bencana di Sumatra, asal diberikan dengan ikhlas dan dilaporkan ke pemerintah pusat.
Ringkasan Berita:
- Sempat menolak bantuan asing, belum lama ini Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak menolak bantuan untuk korban bencana di Sumatra.
- Syaratnya, bantuan harus diberikan dengan ikhlas, jelas, dan dilaporkan ke pemerintah pusat terlebih dahulu.
- Menurut Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, sikap pemerintah yang tidak meminta bantuan asing sudah benar. Namun, jika memang ada pihak luar yang akan memberi bantuan, hendaknya tetap diterima.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menanggapi pernyataan terbaru Presiden RI Prabowo Subianto mengenai bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Kamis (1/1/2026) kemarin, Prabowo telah menyatakan tidak menolak bantuan untuk korban bencana di Sumatra, asalkan diberikan dengan ikhlas, jelas, dan dilaporkan ke pemerintah pusat terlebih dahulu.
Saat awal bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Prabowo sebelumnya menyatakan Indonesia belum membutuhkan bantuan asing dan akan menangani bencana dengan kemampuan sendiri.
Menurut Jusuf Kalla, sikap pemerintah yang tidak meminta bantuan asing sudah benar. Namun, jika memang ada pihak luar yang akan memberi bantuan, hendaknya tetap diterima.
Hal ini demi menjaga hubungan baik antar-negara.
Kata JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, jika bencananya dinilai tidak begitu berat, maka penanganan pemulihan dan rekonstruksi bisa dilakukan dengan mandiri.
Berbeda dengan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, di mana skalanya besar, sehingga pemerintah Indonesia menyatakan permintaan bantuan ke dunia internasional, termasuk kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kalau bencananya tidak terlalu berat ya kita laksanakan sendiri ya," ucap Mantan Ketua Umum Partai Golkar (Golongan Karya) ini.
"Kemudian kalau katakanlah seperti sekarang, kita tidak minta, kalau istilahnya dalam bencana seperti tsunami. 2 minggu setelah itu appeal ke dunia minta bantuan."
"Jadi, datanglah Sekjen PBB mengadakan summit di Jakarta terkumpul waktu itu 5 miliar dolar untuk bantuan."
"Nah, sekarang bagaimana di sini? Ya, mungkin benar pemerintah bahwa tak usah minta, tak usah appeal."
Baca juga: Anggota TNI yang Tugas di Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah, Prabowo Koreksi Jadi Uang Semangat
"Tapi kalau ada yang datang dengan sukarela tanpa ikatan apa-apa ya [diterima], sama dengan kehidupan kita, ada tetangga bawa kue kita tidak minta, ya terima. Bismillah."
"Itu kan sebagai tanda hubungan baik dan sebagainya atau kita kasih orang yang susah beras, tidak minta, tapi kita yang kasih sebagai tanda persahabatan, solidaritas."
Selanjutnya, Jusuf Kalla kembali menegaskan, sikap pemerintah sudah benar tidak meminta bantuan ke luar negeri.
Namun, semua bantuan yang diberikan dengan dasar kemanusiaan harus diterima, karena jika menolak, hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi relasi negara dengan pihak atau negara asing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-ucapannnn-natal.jpg)