Minggu, 3 Mei 2026

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Wafat, Ini Profilnya

Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, putra keempat pendiri Gontor KH Imam Zarkasyi, wafat pada Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Wikipedia
Amal Fathullah Zarkasyi adalah akademisi dan cendekiawan Muslim dalam bidang 'aqidah dan filsafat Islam dengan spesialisasi ilmu Kalam, perbandingan agama dan teologi Islam. a merupakan rektor Universitas Darussalam Gontor dari 2014 - 2020, dan merupakan pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dari tahun 2020 hingga wafatnya pada tahun 2026. 

Selain kiprahnya di pesantren, Prof. Amal juga memiliki rekam jejak akademik yang kuat.

Ia meraih gelar doktor di bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2006. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Kalam (teologi). 

Selanjutnya, pada 2017, ia memperoleh gelar doktor honoris causa di bidang Dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, yakni Jaziela Huwaida, Arif Afandi Zarkasyi, dan Ahmad Zakky Mubarok, serta sejumlah cucu.

“Almarhum akan dimandikan terlebih dahulu, kemudian dibawa ke Ponorogo dan disemayamkan di rumah keluarga untuk menerima para pelayat. Setelah itu akan dishalatkan di masjid dan dimakamkan besok pagi,” kata Prof. Hamid.

Selama prosesi tersebut, kegiatan santri Gontor diliburkan agar dapat fokus melepas kepergian almarhum.

Sementara itu, santri Gontor cabang akan melaksanakan sholat ghaib.

Riwayat Hidup dan Pendidikan

Lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 4 November 1949, Amal merupakan putra dari Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Pendidikan dasarnya ditempuh di Sekolah Rakyat Gontor, lalu melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Jetis, dan kemudian ke Madrasah Kulliyat al-Mu’allimin al-Islamiyyah Gontor, tamat tahun 1969.

Jenjang pendidikan tinggi ia mulai di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor, lulus dengan gelar Sarjana Muda pada 1973.

Ia kemudian meraih gelar Sarjana Perbandingan Agama di IAIN Sunan Ampel Surabaya (1978), Magister Filsafat Islam di Universitas Kairo (1987), dan Doktor Aqidah dan Pemikiran Islam di Universiti Malaya, Kuala Lumpur (2006).

Karier Akademik dan Kepemimpinan

Sejak 1969, Amal mengabdikan diri di Gontor sebagai pengajar. Ia pernah menjabat Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor (1988–2000), Pembantu Rektor ISID (1996–2014), hingga akhirnya menjadi Rektor pertama UNIDA Gontor (2014–2020).

Pada 2020, setelah wafatnya Abdullah Syukri Zarkasyi dan Syamsul Hadi Abdan, Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk Amal sebagai pimpinan pondok. Kepemimpinan ini ia emban hingga wafat.

Pemikiran dan Karya

Amal menekankan pentingnya Ilmu Kalam sebagai benteng aqidah Islam dari keraguan dan pengaruh luar. Ia menawarkan dua pendekatan utama: Metode Filsafat dan Metode Ilmiah, yang berpijak pada rasionalitas sekaligus penelitian empiris dalam kerangka epistemologi Islam.

Selain itu, Amal aktif memperjuangkan pola pendidikan mu’allimin yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum. Ia juga menjadi Ketua Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah, wadah koordinasi pesantren yang diakui pemerintah melalui UU No. 18/2019.

Karya-karyanya antara lain:

  • Theology Hindu Dharma dan Islam (1996)
  • ‘Ilmu Kalam (1998)
  • al-Salaf wa al-Salafiyyah fi al-Fikr al-Islami (2002)
  • Aqidah al-Tawhid ‘inda al-Falasifah wa al-Mutakallimin wa al-Sufiyah (2009)

Kiprah Internasional

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved