Jumat, 22 Mei 2026

Prabowo: Kritik kepada Saya Itu Mengamankan dan Menyelamatkan

Prabowo menegaskan kritik yang disampaikan berbagai pihak kepadanya justru mengamankan dan menyelamatkan dirinya.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO PIDATO - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam puncak Perayaan Natal 2025 yang digelar di Tenis Indoor Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). Prabowo menegaskan kritik yang disampaikan berbagai pihak kepadanya justru mengamankan dan menyelamatkan dirinya. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kritik yang ditujukan kepadanya justru mengamankan dan menyelamatkan dirinya.
  • Sehingga, dia merasa mawas diri ketika dikritik dengan cara langsung berbenah diri.
  • Hal ini juga dilakukannya ketika banyak pihak menganggapnya menghidupkan kembali militerisme di era pemerintahan yang dipimpinnya.
  • Dia mengaku langsung memanggil ahli hukum untuk mengoreksi kebijakannya yang dianggap menimbulkan otoritarianisme tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kritik dari berbagai pihak adalah sesuatu yang mengamankan dan menyelamatkan dirinya.

Dia juga merasa kritik yang ditujukan kepadanya adalah sebuah koreksi atas segala kebijakannya sebagai Presiden RI.

"Kalau kritik kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan."

"Kadang-kadang kita nggak suka dikritik, tidak suka dikoreksi. Padahal itu sesungguhnya mengamankan," ujarnya ketika memberikan sambutan dalam puncak Perayaan Natal 2025 yang digelar di Tenis Indoor Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2025).

Prabowo lantas mencontohkan ketika anak buahnya pernah mengingatkan bahwa kancing bajunya tidak terpasang dengan benar saat akan menghadiri suatu acara.

Baca juga: Kutip Survei Harvard, Prabowo Sebut Rakyat Indonesia Paling Bahagia di Dunia

Berdasarkan contoh tersebut, Prabowo mengungkapkan apapun kedudukannya ketika diingatkan maka kita harus berterima kasih karena sudah dikoreksi.

"Contoh paling sederhana, kadang-kadang kita lupa ada kancing yang tidak terpasang, kemudian anak buah kita lari 'pak seragam bapak, bapak kancingnya (tidak terpasang)."

"Lho, ini anak buah kok berani koreksi, tetapi dia koreksi untuk mengamankan saya. Bayangkan presiden muncul kancingnya tidak (terpasang). Jadi kadang-kadang saya dongkol juga dengan ajudan saya, cerewet banget nih tapi dia menjaga saya," jelasnya.

Prabowo juga menyebut kejadian serupa sempat dialaminya ketika masih aktif sebagai perwira TNI.

Dia mengatakan seragam yang dipakainya tidak dilengkapi dengan emblem pangkat dan berujung diingatkan oleh ajudannya.

"Jadi apa? dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya berterima kasih," tuturnya.

Prabowo juga berpikiran yang sama ketika ada pihak yang menudingnya akan menghidupkan kembali militerisme di Indonesia.

Saat mendengar tudingan itu, dia mengaku langsung memanggil ahli hukum untuk meminta bantuan mengoreksi kebijakan yang dianggap menghidupkan militerisme.

"Kalau ada yang teriak-teriak, Prabowo ini menghidupkan kembali militerisme, berarti saya koreksi apa benar? Oke baru kita lihat."

"Panggil ahli hukum, di mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," katanya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved