Celios Sebut Data Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia Salah: Siapa yang Buat Teks Pidato Prabowo?
Celios sebut justru komponen happiness atau kebahagiaan hidup di dalam data GFS itu menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak lebih bahagia.
"Karena itu hanya salah satu dari enam komponen yang ada di flourishing itu gitu ya. Jadi kalau kita lihat happiness, yang real dimensi happiness yang paling tinggi itu adalah Jepang," tambah Media.
Media pun menekankan agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam membaca data,
"Saya enggak bilang ini kemudian menggugurkan argumen soal bagaimana orang Indonesia hidupnya lebih bermakna dan seterusnya, tetapi memang kita harus lebih hati-hati ya membaca data ini.
"Karena saya khawatir data ini justru digunakan untuk kita kemudian melupakan persoalan struktural di negeri ini," katanya.
Menurut Media, jika bicara soal kebahagiaan itu berbeda dengan makna hidup.
"Karena ketika bicara karakter ya, banyak studi psikologi, studi ilmu budaya yang mengatakan bahwa karakter masyarakat Indonesia itu yang merasa bahwa sudah berjuang begitu ya. Tapi ini sama sekali enggak berbicara soal kebahagiaan begitu," ucapnya.
Adapun, dalam survei GFS itu sebenarnya lebih menilai pada tingkat kesejahteraan atau flourish tadi, alih-alih hanya menilai kebahagiaan.
Survei ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 23 negara dan wilayah untuk mengukur sejauh mana masyarakat merasa hidup mereka bermakna, bahagia, sehat, dan memiliki hubungan sosial yang kuat.
Penelitian ini melibatkan peneliti, jurnalis, pembuat keputusan, dan praktisi edukasi juga turut serta untuk memberi gambaran menyeluruh terkait tingkat kesejahteraan.
Data dikumpulkan setiap tahun selama lima tahun, menggunakan sampel nasional yang representatif di masing-masing negara.
Skor indeks penelitian ini pada rentang 1-10, semakin tinggi skor, maka semakin tinggi pula kesejahteraan di negara tersebut.
Dari survei tersebut memang menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi pertama dunia dengan skor flourishing rata-rata 8,47 dari 10.
Angka tersebut mengungguli Meksiko dan Filipina yang berada di posisi selanjutnya.
Kemudian, skor terendah dari survei tersebut adalah Jepang dengan angka 5,93.
Apa saja yang dinilai?
Diketahui ada 6 indikator yang dinilai dalam membentuk global flourishing index, di antaranya sebagai berikut:
- Kebahagiaan dan kepuasan hidup (happiness and life satisfaction);
- Kesehatan mental dan fisik (mental and physical health);
- Makna dan tujuan hidup (meaning and purpose);
- Karakter dan keutamaan moral (character and virtue);
- Hubungan sosial yang erat (close social relationships);
- Stabilitas material dan finansial.
(Tribunnews.com/Rifqah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-saat-Hadiri-Perayaan-Natal-2025.jpg)