Senin, 8 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Sahabat Berharap Nadiem Makarim Bebas dari Jerat Hukum Kasus Chromebook: Sedih Lihat Dia Begini

Mulyono, seorang pengemudi ojek online yang merupakan sahabat Nadiem Makarim tampak menangis saat eks Mendikbud digiring ke mobil tahanan

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
SIDANG NADIEM MAKARIM - Mulyono (58), seorang pengemudi ojek online yang merupakan sahabat Nadiem Makarim, usai sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Nadiem menangis usai ditemui Mulyono. 

Lanjut dia, dakwaan jaksa menjadi tidak cermat karena tidak menjelaskan secara lengkap sumber dari kekayaannya, yang dengan sangat mudah bisa didapatkan dari pelaporan pajak.

"Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB. Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-300 per saham," kata Nadiem.

Diterangkannya kekayaannya tercatat di 2022 sebesar Rp 4,8 triliun.

Pada 2023, saat kisaran harga saham GoTo drop ke sekitar Rp 100, total kekayaannya pun turun drastis ke Rp 906 miliar. 

"Di tahun 2024, dimana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp 70-80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp 600 miliar. Siapapun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya, karena bertumpu kepada satu angka saja harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," ucap Nadiem.

Nadiem mengatakan dakwaan terhadap dirinya tidak menjelaskan apa hubungannya transaksi Rp 809 miliar dengan laporan kekayaannya.

"Karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," ucapnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved