Minggu, 18 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Pemulihan Tak Cukup di Atas Kertas, Satgas Didorong Menyentuh Kebutuhan Warga

Kolaborasi kinerja kedua lembaga ad hoc tersebut berpotensi mempercepat penanganan dampak bencana secara menyeluruh.

|
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
Laskar Trisakti 08 sejak awal sampai pertengahan Desember tahun lalu menggalang dana dari para alumni sebesar puluhan juta rupiah. Dan donasi tersebut langsung dibelikan kebutuhan hidup seperti sarung, obat obatan, pampers dan lain-lain nya, disebar ke sejumlah daerah bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar. 
Ringkasan Berita:
  • Dukungan Laskar Trisakti 08 terhadap Satgas Pascabencana.
  • Fokus Satgas pada Rehabilitasi dan Kebutuhan Dasar.
  • Aksi Nyata dan Rencana Bantuan Berkelanjutan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harapan warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera kembali menguat seiring dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana oleh DPR RI dan pemerintah. Ketua Umum Laskar Trisakti 08, Fernando Rorimpandey, menilai kehadiran dua Satgas tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana, mulai dari akses jalan, tempat tinggal, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.

Menurut Fernando, yang akrab disapa Nando, proses pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga tentang memastikan warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan layak dan bermartabat. Karena itu, kolaborasi antara Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di bawah komando Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dinilai sangat krusial.

“Yang paling penting adalah bagaimana warga bisa kembali sekolah, berobat, bekerja, dan tinggal di rumah yang aman. Itu yang harus menjadi fokus utama pemulihan,” ujar Nando dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai, dengan pembagian tugas yang jelas dan fokus kerja yang terukur, Satgas dapat bergerak lebih cepat menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Perbaikan jalan desa, pemulihan fasilitas kesehatan, hingga penyediaan hunian layak menjadi persoalan nyata yang dirasakan langsung oleh warga terdampak bencana.

Nando menambahkan, semakin terkoordinasinya kerja Satgas diharapkan mampu mencegah warga berlarut-larut hidup dalam kondisi darurat. “Dengan kerja yang fokus, rehabilitasi tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain mengapresiasi langkah pemerintah dan DPR, Nando juga mengajak berbagai pihak untuk terlibat aktif membantu pemulihan pascabencana di Sumatera. Menurutnya, solidaritas sosial tetap dibutuhkan agar warga terdampak tidak merasa berjuang sendirian menghadapi dampak bencana.

Diketahui Laskar Trisakti 08 sejak awal hingga pertengahan Desember 2025 telah menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak bencana. Dana hasil penggalangan dari para alumni, yang mencapai puluhan juta rupiah, digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti sarung, obat-obatan, popok bayi, dan perlengkapan dasar lainnya yang langsung dibagikan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut, kata Nando, merupakan upaya sederhana untuk meringankan beban warga yang harus menjalani hari-hari sulit pascabencana. Laskar Trisakti 08 pun berencana kembali melakukan penggalangan dana pada awal Februari 2026 agar lebih banyak kebutuhan warga dapat terpenuhi.

Adapun Satgas Pemulihan Pascabencana akan bekerja di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera.

Tercatat, sekitar 52 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih membutuhkan perhatian serius dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, agar masyarakat bisa benar-benar pulih dan kembali menata kehidupan mereka.

Baca juga:  Sandiaga Uno: Bantuan Sembako untuk Ringankan Beban Ekonomi Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah

Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 52 kabupaten/kota di wilayah tersebut yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian serius dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved