Ribuan Napi Lapas Cipinang Dites Urine, Petugas Justru Positif Narkoba, Ini Penjelasan Kakanwil
Ribuan napi Cipinang dites urine, petugas lapas justru positif narkoba. Hasil asesmen ungkap faktor medis, bikin publik penasaran dan waspada.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan narapidana di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026), menjalani tes urine serentak.
Namun kejutan muncul ketika seorang petugas lapas justru terdeteksi positif narkoba, hingga akhirnya dilakukan asesmen untuk memastikan duduk perkara.
Suasana yang semula rutin mendadak berubah, membuka cerita di balik tes urine massal itu.
Tes Urine Serentak di Cipinang
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DKI Jakarta melaksanakan tes urine kepada 590 pegawai dan 544 warga binaan di Lapas Kelas IIA Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur.
Tes urine ini digelar sejak 6 Januari hingga 9 Januari 2026 dan masih berlangsung hingga kini.
Totalnya, kegiatan menyasar 2.300 tahanan dan narapidana sebagai langkah deteksi dini peredaran narkoba.
Pemeriksaan juga mencakup seluruh petugas lapas untuk memastikan integritas internal.
Petugas Lapas Positif, Langsung Diasesmen
Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS DKI Jakarta, Heri Azhari, menyebut petugas yang positif langsung dipanggil dan dilakukan asesmen.
“Tadi ada informasi yang positif itu dari petugas. Tapi dipanggil langsung di asesmen,” ujar kata Heri kepada wartawan di lokasi.
Baca juga: Bayaran Pandji Pragiwaksono untuk Show Mens Rea Bikin Melongo, Nolnya Ada Sembilan
Hasil Asesmen: Faktor Medis
Dari asesmen diketahui, hasil positif bukan karena penyalahgunaan narkoba, melainkan obat medis yang dikonsumsi dalam perawatan kesehatan.
“Ternyata dia memang sedang melaksanakan cuci darah. Obatnya memang sesuai dengan kondisi medisnya. Ada juga yang di Rutan Cipinang karena mengidap penyakit jantung,” jelas Heri.
Kebijakan Nusakambangan untuk High Risk
Kasubdit Kerja Sama Ditjen PAS, Rika Aprianti, menegaskan jika asesmen menunjukkan risiko tinggi, baik napi maupun petugas bisa dipindahkan ke Nusakambangan untuk pembinaan.
“Kalau memang setelah assessment dia masuk kategori high risk, maka akan dipindahkan ke Nusakambangan. Tidak hanya di Jakarta, seluruh Indonesia,” katanya.
Tes Urine Nasional
Ditjen PAS menggelar tes urine di 25 Lapas Narkotika seluruh Indonesia dengan target 23.197 tahanan dan narapidana. Kegiatan ini menjadi langkah preventif sekaligus komitmen “zero narkoba” di balik jeruji.
“Kalaupun ada yang positif, kita akan cek apakah penyebabnya kesehatan. Kalau di luar kesehatan, kita tindak lanjuti sesuai aturan. Yang pasti kita tidak akan main-main,” tegas Rika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepala-Kanwil-Ditjenpas-DKI-Jakarta-Heri-Azhari-memberi-keterangan-di-Lapas-Cipinang.jpg)