Minggu, 18 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

KSP Muhammad Qodari Bantah Pemerintah Lamban Tangani Bencana Sumatera: Gerak Cepat

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membantah kritikan bahwa pemerintah lamban dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera.

|
Tribunnews.com/Dok Tribunnews
WAWANCARA EKSKLUSIF - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews di Studio Tribun, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membantah kritikan bahwa pemerintah lamban dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari bantah kritikan soal pemerintah lamban dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera.
  • Menurutnya, pemerintah justru bergerak dengan sangat cepat sejak hari pertama.
  • Bahkan, dia menyaksikan langsung bantuan yang datang, mulai dari makanan, perangkat komunikasi Starlink, perahu karet, hingga genset untuk membantu masyarakat terdampak.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membantah kritikan bahwa pemerintah lamban dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Menurutnya, pemerintah justru bergerak dengan sangat cepat sejak hari pertama.

Pernyataan ini menanggapi sejumlah pihak yang menyoroti kecepatan respons pemerintah terhadap bencana yang melanda kawasan tersebut.

"Saya sendiri kebetulan pada hari-hari pertama bencana itu juga ada di Sumatra Barat dan saya adalah orang yang menjemput kiriman Hercules yang pertama ke Sumatra Barat," kata Qodari saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnnews di Studio Tribun, Palmerah, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Bahkan, dia menyaksikan langsung bantuan yang datang, mulai dari makanan, perangkat komunikasi Starlink, perahu karet, hingga genset untuk membantu masyarakat terdampak.

"Dan memang yang sudah digerakkan oleh pemerintah sebetulnya luar biasa," tegasnya.

Baca juga: Setelah Aceh, Kini Bendera Putih Berkibar di Nanggalo Padang, Warga Mulai Putus Asa

Qodari pun merinci bukti kecepatan pemerintah dengan merujuk pada konferensi pers yang telah digelar.

Pada konferensi pers pertama, disebutkan ada lebih dari 100 kapal, baik laut maupun udara, yang bergerak. Alat berat yang dikerahkan mencapai 1.000 unit.

Sementara pada konferensi pers kedua, dipaparkan bagaimana jembatan yang rusak bisa dibangun dengan waktu sangat singkat.

"Biasanya perlu waktu satu bulan, tapi ini bisa diselesaikan dalam satu minggu. Bagaimana aparat bekerja sama dengan masyarakat," ujarnya.

"Jadi sebetulnya pemerintah itu bergerak dengan sangat cepat," lanjut Qodari.

Meski menegaskan respons yang cepat, KSP pun mengakui bahwa karakter bencana kali ini memang sangat berat dan kompleks, berbeda dengan banjir biasa.

"Jadi kali ini ada dua jenis masalah yang muncul. Pertama itu adalah air, yang kedua itu lumpur," jelasnya.

Baca juga: Banjir Sumatra, YLBHI: Perusahaan Perusak Lingkungan Harus Tanggung Jawab Pidana hingga Perdata

Dia juga membandingkan, banjir di tempat lain biasanya air akan surut dan tinggal membersihkan. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved