Senin, 20 April 2026

Ketua PP Muhammadiyah Soal Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Bangsa Ini Butuh Kritik 

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas respons polemik komedi Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono, menurutnya bangsa ini butuh kritik. 

Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana
PANDJI PRAGIWAKSONO - Pandji Pragiwaksono ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025). Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas respons polemik komedi Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono, menurutnya bangsa ini butuh kritik.  Namun harus disampaikan dengan baik dan benar. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas angkat bicara mengenai polemik komedi Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono.

Anwar Abbas menegaskan bangsa ini butuh kritik. Namun harus disampaikan dengan baik dan benar.

Mulanya Anwar Abbas mengatakan kritik harus diterima dengan lapang dada.

Karena lewat kritik dinilainya bisa bercermin. Apakah sudah berbuat baik dan benar atau belum. 

"Kalau sudah berbuat baik dan benar, mari kita tingkatkan lagi kualitas dari kebaikan dan kebenaran yang sudah kita lakukan. Agar kehadiran dari diri dan institusi kita semakin dirasakan manfaat dan mashlahatnya oleh orang lain," kata Anwar Abbas, dalam keterangan, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Polda Metro Jaya Usut Laporan Terhadap Komika Pandji Pragiwaksono Buntut Stand Up Comedy Mens Rea

Lanjutnya kalau di masa lalu belum bisa berbuat baik dan benar. Maka mari evaluasi apa yang menjadi penyebab dari itu semua. 

Untuk kemudian, kata Anwar Abbas, dicarikan usaha dan upaya serta solusi agar bisa menjadi lebih berarti dan bermakna.

"Usaha untuk menjadi baik dan benar ini bagi Muhammadiyah harus dilihat sebagai tugas suci. Karena sebaik-baik orang dan juga lembaga serta organisasi dalam islam adalah organisasi yang kehadirannya benar-benar dirasakan maslahat dan manfaatnya," kata Anwar Abbas.

Manfaat itu kata Anwar Abbas, tidak hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk orang lain apakah itu oleh umat , bangsa dan negara serta untuk manusia dan kemanusiaan serta lingkungan. 

Kemudian ia berharap juga agar yang mengkritik juga jangan terlalu bersemangat dalam mengkritik. Di dalam ilmu psikologi ada teori jungkat jungkit, dimana orang kalau terlalu bersemangat maka perasaannya yang akan dominan sehingga peran rasio dan pikirannya dalam memberikan pendapat dan saran akan menurun.

"Dan sebaliknya jika rasio atau pikirannya yang terlalu dominan maka peran dari perasaannya dalam mempertimbangkan sesuatu akan menurun," terangnya.

Baca juga: Organisasi yang Laporkan Pandji Pragiwaksono Tak Masuk dalam Banom NU dan Muhammadiyah

Oleh karena itu (Apakah itu yang mengkritik ataupun yang dikritik-red) diminta untuk bisa mengelola perasaan dan rasio serta fikiran kita dengan baik.

"Agar kita tetap dapat konsisten dengan misi kita untuk menegakkan kebaikan dan kebenaran. Kita tahu kebaikan merupakan buah dari perasaan kita dan kebenaran merupakan hasil dari olah pikir kita," ucapnya.

Tetapi lanjutnya demikian jangan pula perasaan dan pikiran, dibiarkan bebas sebebas-bebasnya tapi sinari dan tuntunlah keduanya dengan nilai-nilai dari ajaran agama. Agar apa yang dilakukan dan sampaikan tersebut bisa diridhoi oleh Allah swt dan diterima oleh orang banyak. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved