Profil dan Sosok
Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Diplomat Indonesia yang Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Simak profil Sidharto Reza Suryodipuro, diplomat senior Indonesia yang resmi dilantik sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada Kamis (8/1/2026).
Ringkasan Berita:
- Wakil Tetap Indonesia untuk Kantor PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, resmi ditunjuk sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada Kamis (8/1/2026).
- Sidharto sendiri merupakan diplomat senior Indonesia dan masih memiliki darah biru dari Keraton Mangkunegaran Surakarta.
- Ia juga merupakan alumni jurusan Hubungan Internasional (HI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katholik Parahyangan.
TRIBUNNEWS.COM - Simak profil Sidharto Reza Suryodipuro, diplomat senior Indonesia yang resmi menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation Human Rights Council (UNHRC).
Sidharto, yang merupakan Wakil Tetap Indonesia untuk Kantor PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss, resmi dilantik sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada Kamis (8/1/2026).
Ia akan mengemban jabatan tersebut selama satu tahun, hingga 31 Desember 2026.
Dikutip dari laman resmi Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB, ohchr.org, Sidharto dinominasikan oleh Kelompok Negara-negara Asia-Pasifik.
Nantinya, ia akan memimpin Dewan HAM PBB dalam siklus ke-20, dua dekade sejak dewan tersebut didirikan pada 2006.
Dalam sambutannya setelah terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Sidharto menegaskan bahwa Dewan HAM PBB memiliki sejarah yang menjadi panduan penting untuk masa depan.
Menurutnya, Dewan HAM PBB juga harus memegang teguh tiga prinsip dalam menangani isu-isu HAM, yakni universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas.
"Saat kita memperingati ulang tahun ke-20 Dewan HAM PBB, saya telah merenungkan sejarahnya sebagai panduan penting untuk menentukan arah kita ke depan,” kata Sidharto.
“Sejak pembentukan Dewan HAM PBB, terlepas dari perbedaan pandangan, negara-negara anggota mengesampingkan perbedaan tersebut sebagai pengakuan atas janji Dewan HAM PBB untuk mempromosikan penghormatan universal terhadap perlindungan semua hak asasi manusia.”
“Kami percaya bahwa Dewan HAM PBB harus tetap setia pada prinsip-prinsip inti universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas dalam mempertimbangkan isu-isu hak asasi manusia, memperlakukan semua hak asasi manusia — termasuk hak atas pembangunan — secara adil dan setara.”
Nantinya, Presiden Dewan HAM PBB Sidharto Reza Suryodipuro didampingi oleh Wakil Presiden Dewan HAM PBB Marcelo Vàzquez Bermúdez, Wakil Tetap Ekuador untuk Kantor dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss.
Baca juga: AS Serang Venezuela, Dino Patti Djalal: Pemerintah Indonesia Harus Bersikap Kritis
Penunjukan Sidharto sebagai Presiden Dewan HAM PBB disetujui dalam pertemuan di Jenewa pada tanggal 23 Desember 2025, dengan 34 dari 47 negara anggota memberikan suara mendukung.
Sidharto terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB melalui pemungutan suara lisan dalam pertemuan dewan pada Kamis, 8 Januari 2026.
Profil Sidharto Reza Yosodipuro
Sidharto Reza Yosodipuro merupakan diplomat senior Indonesia yang lahir di Cologne (Koln), Jerman Barat pada 29 September 1966.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sidharto-reza-dewan-ham-pbb.jpg)