Rabu, 13 Mei 2026

Komika Pandji Pragiwaksono

Komedi Pandji di Mens Rea: PBNU Sebut Tak Perlu Dilaporkan, Muhammadiyah Minta Lapang Dada

PBNU dan Muhammadiyah buka suara terkait pelaporan terhadap Pandji soal materi stand up comedy yang disampaikan dalam pertunjukan Mens Rea.

Tayang:
Kolase Tribunnews.com
MENS REA - Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla; komika, Pandji Pragiwaksono; dan Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas. Gus Ulil dan Anwar mengomentari pelaporan terhadap Pandji terkait materi stand up comedy yang disampaikan dalam pertunjukan Mens Rea. 

Ringkasan Berita:
  • PBNU dan Muhammadiyah buka suara terkait pelaporan terhadap Pandji soal materi stand up comedy yang dilakukannya dan menyinggung konsesi tambang yang dimiliki kedua ormas keagamaan tersebut.
  • PBNU menilai pelaporan semacam itu tidak perlu karena humor diperlukan di Indonesia.
  • Sementara, Muhammadiyah menegaskan bahwa ketika ada seseorang mengkritik maka harus diterima dengan lapang dada.

TRIBUNNEWS.COM - Pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono kepada Polda Metro Jaya karena materi stand up comedy dalam pertunjukan "Mens Rea" ditanggapi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.

Pandji dilaporkan oleh dua organisasi, yakni Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah, pada Rabu (7/1/2026) lalu.

Adapun pelaporan ini terkait materi stand up comedy Pandji yang menyebut bahwa pemberian konsesi tambang kepada PBNU dan Muhammadiyah oleh pemerintah adalah wujud politik balas budi.

Presidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid sekaligus pelapor tidak terima atas tudingan Pandji tersbeut.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Mahfud MD: Materi ‘Mens Rea’ Pandji Tak Bisa Dipidana Meski Polisi Terapkan KUHP Baru

Dia membantah bahwa NU menerima konsesi tambang sebagai bentuk balas budi seperti yang disampaikan Pandji dalam acara stand up comedy tersebut.

"Sebenarnya NU itu sendiri, saya sebagai santri jalanan dan warga nahdliyin, NU telah banyak berkontribusi terhadap negara ini jauh sebelum ada kemerdekaan dari sisi pondok pesantren, masjid, dan edukasi tentang agama di republik ini."

"Bahkan melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Lalu kemudian didiskreditkan oleh Pandji bahwa NU mengikuti politik praktis dan mendapatkan tambang," jelasnya.

PBNU: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil mengungkapkan bahwa pelaporan terhadap Pandji oleh Angkatan Muda NU bukanlah representasi dari PBNU.

Dia menegaskan organisasi tersebut tidak masuk dalam badan otonom (banom) NU.

"Kalau representasi PBNU jelas tidak," katanya pada Jumat (9/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ulil pun turut menyampaikan perlunya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat.

Ia mengaku prihatin ketika seorang komedian seperti Pandji harus berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” kata Ulil.

Muhammadiyah: Kita Harus Berlapang Dada jika Dikritik

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan bahwa ketika ada orang mengkritik seperti apa yang disampaikan Pandji, maka harus diterima dengan lapang dada 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved