HUT & Rakernas PDIP 2026
PDIP Tegaskan Kedaulatan Pangan Harus Berbasis pada Kekuatan Produksi Rakyat
PDIP menegaskan bahwa negara wajib hadir secara aktif dalam melindungi petani dan nelayan sebagai pilar utama pemenuhan gizi rakyat.
Ringkasan Berita:
- Negara wajib hadir secara aktif dalam melindungi petani dan nelayan sebagai pilar utama pemenuhan gizi rakyat
- PDIP mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan konkret terhadap sarana dan prasarana produksi pangan
- Rakernas I PDIP mendorong penguatan gerakan ekonomi gotong royong melalui pembentukan koperasi secara organik dan mandiri oleh masyarakat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham menyampaikan langkah-langkah strategis partainya dalam l mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
PDIP, kata Jamaluddin, menegaskan bahwa negara wajib hadir secara aktif dalam melindungi petani dan nelayan sebagai pilar utama pemenuhan gizi rakyat.
Baca juga: Rakernas PDIP Singgung Penculikan Presiden Venezuela hingga Tolak Dominasi Asing
Hal itu disampaikan Jamaluddin saat membacakan hasil rekomendasi eksternal Rakernas I PDIP tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).
"Dalam mewujudkan kedaulatan pangan Nasional Rakernas I Partai mendorong pemerintah memperkuat kemampuan produksi petani, nelayan, peternak sebagai pemenuhan kebutuhan pangan nasional," demikian Jamaluddin membacakan sikap PDIP.
Baca juga: Megawati Bergandengan Tangan dengan Sang Cucu Pinka Haprani Hadiri Penutupan Rakernas PDIP di Ancol
Dalam naskah rekomendasi tersebut, PDIP mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan konkret terhadap sarana dan prasarana produksi pangan.
"Pemerintah wajib mengembangkan riset dan inovasi bidang pangan, menjamin sarana dan prasarana produksi pangan nasional, perlindungan harga pokok produk pangan rakyat, dan jaminan perlindungan lahan pertanian produktif serta melindungi benih-benih hasil pemuliaan petani. Rakernas juga mendorong pembudidayaan dan pemanfaatan pangan lokal sebagai pemenuhan kebutuhan gizi rakyat," ungkap pria kelahiran Aceh, 33 tahun lalu.
Lebih lanjut, Rakernas I PDIP mendorong penguatan gerakan ekonomi gotong royong melalui pembentukan koperasi secara organik dan mandiri oleh masyarakat.
"Rakernas I Partai berkomitmen mendukung inisiatif masyarakat untuk membentuk badan usaha koperasi secara organik dan mandiri, sehingga koperasi benar-benar merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan dan berkarakter gotong royong," ujar Jamaluddin.
PDIP dalam rekomendasinya menginstruksikan seluruh kader menggalakkan program menanam sepuluh tanaman pendamping beras serta pemberantasan kemiskinan ekstrem.
Baca juga: Rakernas PDI Perjuangan 2026 Soroti Delapan Tantangan Fundamental Bangsa
"Rakernas I Partai menegaskan komitmen seluruh jajaran Tiga Pilar Partai untuk solid bergerak menjalankan program kerakyatan dengan meningkatkan keberpihakan kepada petani, nelayan, buruh, masyarakat adat, pekerja informal dan seluruh lapisan masyarakat lainnya guna memerangi kemiskinan ekstrim menjadi nol persen, pencegahan stunting, menggalakkan program menanam sepuluh tanaman pendamping beras, dan menyediakan pekerjaan yang layak secara kemanusiaan," jelas Jamaluddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jamaluddin-Idham-1.jpg)