Kelompok Bersenjata di Papua
Alasan Keamanan, Wapres Gibran Batal Kunjungi Yahukimo Papua Pegunungan
Wapres Gibran batal ke Yahukimo demi keamanan. Wilayah ini tercatat paling rawan gangguan KKB dengan 35 kasus sepanjang 2025.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka batal melakukan kunjungan ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026). Pembatalan tersebut dilakukan atas pertimbangan keamanan, meski Yahukimo semula masuk dalam agenda kunjungan kerja Wapres usai meninjau Pasar Potikelek dan SMA Negeri 1 Wamena.
Diketahui, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengungkap tiga kabupaten di Tanah Papua yang paling sering mengalami gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Ketiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Yahukimo. Dari ketiga wilayah tersebut, Kabupaten Yahukimo tercatat sebagai daerah dengan tingkat gangguan paling tinggi. Sepanjang tahun 2025, terdapat 35 kasus gangguan keamanan yang dilakukan KKB di wilayah tersebut.
Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, mengatakan dirinya telah menyarankan kepada Wapres untuk menunda kunjungan ke Yahukimo setelah mencermati situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Amrin di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua.
Mayjen TNI Amrin menjelaskan, berdasarkan laporan intelijen yang diterima, terdapat pergerakan dari kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu keamanan kunjungan Wakil Presiden. Namun demikian, ia tidak merinci secara detail kelompok maupun bentuk potensi gangguan yang dimaksud.
“Dari pertimbangan intelijen kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil semata-mata demi keselamatan Wakil Presiden, meskipun Gibran disebut sangat ingin berkunjung ke Yahukimo.
“Sehingga saya selaku Komandan Satgas Keamanan menyarankan kepada beliau untuk tidak berkunjung, padahal beliau sangat ingin untuk berkunjung ke Yahukimo,” imbuhnya.
Menurut Amrin, Wapres memiliki keinginan kuat untuk menyapa masyarakat Yahukimo sekaligus melihat langsung perkembangan pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah di wilayah tersebut.
“Wapres sangat ingin berkunjung ke Yahukimo, menyapa masyarakat dan melihat pembangunan-pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” pungkasnya.
Baca juga: Aksi Gibran Main Bola di Papua Pegunungan: Dribel, Cetak Gol, dan Duduk Lesehan
Yahukimo Salah Satu dari 3 Kabupaten di Papua Paling Rawan Gangguan Keamanan KKB
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, berdasarkan evaluasi pengamanan selama 2025, ketiga kabupaten tersebut menjadi daerah dengan intensitas gangguan keamanan tertinggi.
“Memang ketiga kabupaten itu yang selama tahun 2025 sering mengalami gangguan keamanan yang dilakukan KKB,” ujar Faizal di Jayapura, Kamis (1/1/2026).
“Bahkan beberapa hari lalu masih terdengar bunyi tembakan, meski tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Faizal juga menjelaskan, wilayah operasional Satgas Damai Cartenz mencakup sembilan kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, yakni Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Untuk Provinsi Papua Pegunungan, wilayah tugas meliputi Kabupaten Yahukimo, Nduga, dan Jayawijaya. Sementara di Papua Tengah mencakup Kabupaten Mimika, Intan Jaya, Dogiyai, dan Puncak. Adapun di Provinsi Papua, Satgas bertugas di Kabupaten Jayapura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wapres-gibran-otw-ke-Papua-selasa-1312026.jpg)