Rabu, 20 Mei 2026

Menlu Sugiono: Indonesia Pilih Multilateralisme Relevan, Diplomasi Berbasis Kepentingan dan Nurani

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan menempatkan kepentingan nasional pada sistem multilateralisme.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
ADAM MALIK AWARD - Menteri Luar Negeri Sugiono menyerahkan Penghargaan Adam Malik Award 2026. Dalam kesempatan ini juga digelar ajang tahunan yang digelar bersamaan dengan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM), di Jakarta, Rabu (14/1/2026). 

“Diplomasi Indonesia akan selalu hadir dengan prinsip, keberanian, dan nurani,” tegas Sugiono.

Ekonomi Stabil Jadi Daya Tawar Diplomasi

Sugiono menekankan, posisi diplomasi Indonesia diperkuat oleh kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global. Sepanjang 2025, inflasi Indonesia tercatat terkendali di angka 2,92 persen, sementara surplus neraca perdagangan mencapai USD 38,54 miliar.

Di tengah maraknya penggunaan kebijakan ekonomi sebagai alat tekanan geopolitik, Indonesia memilih memperkuat ketahanan dan diversifikasi ekonomi melalui diplomasi perdagangan dan investasi.

Indonesia telah menyepakati berbagai kerja sama ekonomi, termasuk dengan Kanada, Peru, Uni Eropa, serta bergabung dengan BRICS guna memperluas akses pasar dan mendorong reformasi tata kelola global.

Perlindungan WNI Jadi Pilar Diplomasi

Perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri tetap menjadi prioritas utama.

Sepanjang 2025, pemerintah berhasil memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan lintas negara seperti penipuan daring.

Sugiono menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di mana pun berada. Ke depan, Kemlu akan memperkuat sistem peringatan dini, digitalisasi layanan, serta membangun basis data diaspora nasional.

Dunia Islam dan Perbatasan Jadi Fokus Strategis

Indonesia juga menegaskan dunia Islam sebagai mitra strategis utama, dengan pendekatan lintas sektor yang terencana dan berorientasi hasil.

Salah satu wujud nyatanya adalah pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah.

Di sisi lain, penyelesaian batas wilayah darat dan maritim dengan negara tetangga menjadi prioritas diplomasi guna memperkuat kedaulatan dan stabilitas kawasan.

Sepanjang 2025, kemajuan signifikan dicapai dalam perundingan perbatasan dengan Malaysia, Timor Leste, dan Vietnam.

Baca juga: Menlu Sugiono Perintahkan KBRI Teheran Siapkan Langkah Evakuasi WNI Jika Situasi Iran Memburuk

Sugiono menegaskan, ketahanan Indonesia tidak dibangun melalui unjuk kekuatan, melainkan lewat kepastian hukum, pencegahan konflik, dan dialog berkelanjutan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved