3 Sosok WNI Belakangan Ramai Dikabarkan Jadi Tentara Asing, Ada Militer AS dan Tentara Bayaran Rusia
Belakangan ini, ada tiga sosok WNI yang menjadi sorotan lantaran dikabarkan bergabung menjadi tentara di negara lain.
Ringkasan Berita:
- Belakangan ini, ada tiga sosok WNI yang menjadi sorotan lantaran dikabarkan bergabung menjadi tentara di negara lain.
- Ada yang bergabung dengan militer Rusia, ada pula yang disorot setelah viral mengenakan seragam loreng tentara Amerika Serikat (AS).
- Ketiganya adalah perempuan bernama Syifa, Bripda Muhammad Rio, dan Sertu Satria Arta Kumbara.
TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini ada tiga sosok WNI yang menjadi sorotan lantaran dikabarkan bergabung menjadi tentara di negara lain.
Tercatat, ada dua WNI (satu anggota Polisi dan satu anggota TNI) yang dilaporkan telah menjadi tentara bayaran Rusia, saat konflik dengan Ukraina semakin meningkat.
Lalu, ada satu sosok perempuan WNI berhijab yang belum lama ini viral di media sosial karena mengenakan seragam loreng khas tentara AS.
Syifa yang Viral Pakai Seragam Tentara AS, Bergabung di National Guard
Seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) bernama Syifa menjadi sorotan setelah video dirinya mengenakan seragam loreng cokelat, hijau zaitun dan krem, khas tentara Amerika Serikat (AS) beredar di media sosial.
Ia semakin disorot lantaran penampilannya yang mengenakan hijab.
Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @bunda_kesidaa pada Sabtu (17/1/2026) memperlihatkan momen haru saat Syifa diantar ke bandara oleh kedua orangtuanya untuk bertugas sebagai tentara AS.
Dalam video tersebut, terlihat bagian dada sebelah kiri seragam Syifa ada tulisan "US Army", penanda cabang Angkatan Darat (AD) dari Angkatan Bersenjata AS.
Lalu, ada name tag atau bordir nama "Syifa" pada bagian dada kanan.
Syifa juga tampak menggendong tas ransel besar warna loreng senada dengan seragamnya.
Ia berpamitan dan mendapat peluk cium dari kedua orang tuanya.
Baca juga: Eks Anggota Brimob Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Anggota DPR: Bisa Kehilangan Kewarganegaraan
Sebagai informasi, Angkatan Darat AS telah memperbolehkan penggunaan atribut keagamaan seperti hijab untuk prajurit muslimah dan turban untuk prajurit Sikh sejak Januari 2017 silam.
Sang ibunda, Safitri, mengungkap bahwa putri sulungnya yang berusia 20 tahun tersebut bergabung dengan National Guard dan bertugas di bagian Office, sehingga tidak ditugaskan untuk terjun ke medan perang.
Adapun National Guard adalah komponen cadangan militer AS yang direkrut oleh masing-masing negara bagian, tetapi jika dibutuhkan juga bisa dikerahkan ke level nasional, sebagaimana dikutip dari laman nationalguard.mil.
Kata Safitri, Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan Januari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nel-Brimob-Polda-Aceh-Bripda.jpg)