Ijazah Jokowi
Hadirkan 3 Guru Besar, Dokter Tifa Tegaskan Penelitiannya soal Ijazah Jokowi Bukan Abal-abal
Prof Zaenal menyatakan bahwa riset ilmiah dari Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa berbasis neuroscience (ilmu sistem saraf otak manusia).
Terkait perkara Roy Suryo cs ini, Prof Tono mengaku, sudah melakukan cross check terhadap ijazah Jokowi dengan berbeda platform.
"Kalau Rismon dan Roy Suryo itu kan biasanya menggunakan Python, kalau saya biasa menggunakan Octave atau MATLAB gitu," ujarnya.
Prof. Tono mengatakan bahwa hasilnya sama, dia juga mengklaim apa yang dilakukan Roy Suryo cs sudah sesuai dengan kaedah-kaedah saintifik.
Maka dari itu, Prof Tono membantah tudingan Roy Suryo cs melakukan rekayasa dan memanipulasi ijazah Jokowi.
"Itu sama sekali tidak betul karena tujuan dari image processing adalah sebetulnya memperoleh enhanced image, itu yang saya ajukan, saya akan jelaskan kepada penyidik," tegasnya.
Sementara saksi ahli lainnya adalah Prof Henry Subiakto yang menerangkan penerapan UU ITE dalam perkara yang menjerat Roy Suryo Cs tidak tepat.
Sebagai bagian dari perumus UU ITE, Prof Henry pun mempertanyakan alasan penyidik memakai Pasal 32, Pasal 35, Pasal 28 ayat 2, dan Pasal 27A.
"Itu tidak tepat ya tapi masih dipaksakan, makanya saya hadir karena jangan sampai UU ITE ini menjerat orang-orang yang berbeda pandangan," jelasnya.
Menurut Prof Henry, hal ini akan menjadi perhatian luas bagi masyarakat karena penerapan UU ITE disalahgunakan.
"Sama seperti kemarin Rudi Kamri (YouTuber) yang divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara ini diulang-ulang saya sebagai orang yang terlibat dalam pembuatan UU ITE dari 2017 hingga 2022, terpanggil saya, miris," urainya.
Penelitian Dokter Tifa
Dokter Tifa mengatakan bahwa penelitiannya soal ijazah Jokowi di Buku Jokowi's White Paper merupakan hasil karya dirinya bersama sejawatnya, yakni Roy Suryo dan Rismon Sianipar.
Buku bersampul putih itu, kata Dokter Tifa, merupakan kajian digital forensik, telematika, dan neuropolitika atas keabsahan dokumen dan perilaku kekuasaan.
"Sesuai komitmen kami InsyaAllah Buku karya kami bertiga, yang berisikan penelitian kami terhadap keabsahan dokumen dan perilaku seorang Pejabat, mantan Presiden ke-7 Joko Widodo, sudah tuntas kami teliti, sudah selesai kami tulis," ungkapnya, dikutip dari Wartakotalive.com.
Dokter Tifa pun mengungkapkan alasan dirinya bersama rekan-rekannya menulis buku tersebut adalah agar tulisannya mengenai keabsahan ijazah Jokowi dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat.
Apalagi, buku ini tak hanya dicetak, tetapi juga akan disebarluaskan lewat digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dokter-Tifa-dan-Joko-Widodo.jpg)