Selasa, 5 Mei 2026

Gubernur Bank Indonesia

Keponakan Prabowo Calon Deputi Gubernur BI, Pengamat: Jangan Dilihat dari Partai yang Mengusung

Pengamat mengatakan masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa Deputi Gubernur BI, harus dilihat sebagai profesional.

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
MASUK BURSA DEPUTI GUBERNUR BI - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024). Pengamat mengatakan masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa Deputi Gubernur BI, harus dilihat sebagai profesional. 

Ringkasan Berita:
  • Keponakan Presiden Prabowo Subianto, Wamenkeu Thomas Djiwandono, masuk bursa Deputi Gubernur BI.
  • Selain Thomas, ada dua nama lain yang berasal dari internal BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro.
  • Pengamat mengatakan masuknya Thomas dalam bursa Deputi Gubernur BI, harus dilihat sebagai profesional.

TRIBUNNEWS.com - Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menanggapi soal keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Ia mengatakan masuknya nama Thomas dalam bursa calon Deputi Gubernur BI, harus dilihat sebagai profesional alih-alih politikus Gerindra.

Sebab, kata dia, bukan tak mungkin Thomas akan mundur sebagai kader Gerindra, jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.

"Banyak orang yang mengatakan bahwa Thomas itu adalah kader dari Partai Gerindra, tetapi kita harus lihat bahwa Thomas adalah seorang profesional," ujar Ibrahim, Selasa (20/1/2026).

"Jangan melihat dari partai yang mengusung. Ini adalah jabatan independen untuk bergabung menjadi deputi," imbuhnya.

Ibrahim menambahkan, Thomas tampaknya dipersiapkan menjadi Gubernur BI di masa mendatang.

Baca juga: Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI, Prabowo Kirim Surpres

"Kalau seandainya Thomas itu mencalonkan diri sebagai Deputi Gubernur BI, kemungkinan besar lima tahun ke depan akan dipersiapkan sebagai Gubernur BI," urai dia.

Ia lantas menilai, langkah memasukkan Thomas ke bursa Deputi Gubernur BI adalah untuk memperkuat fondasi moneter.

Ibrahim juga mengatakan isu pelemahan rupiah tidak bisa dikaitkan dengan pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI.

Selain itu, isu pelemahan rupiah disebut tidak bisa dikaitkan dengan pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI.

"Hubungan dari rupiah dengan Thomas Djiwandono menurut saya itu tidak terlalu besar dampaknya terhadap pelemahan mata uang rupiah," kata Ibrahim.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surpres berisikan tiga nama calon Deputi Gubernur BI.

Mereka adalah Thomas Djiwandono dan dua internal BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun, mengatakan pihaknya telah menerima dan membahas Surpres soal calon Deputi Gubernur BI.

"Surpresnya sudah tadi dibicarakan di Bamus dan ditugaskan kepada Komisi XI."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved