Senin, 4 Mei 2026

Kata Gerindra soal Independensi BI setelah Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut, pengusulan nama Thomas Djiwandono merupakan pilihan dari Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
DEPUTI GUBERNUR BI - Dalam foto: Wakil Menteri Keuangan RI Thomas Djiwandono saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024). Ketua Harian Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Sufmi Dasco Ahmad memberi tanggapan mengenai independensi Bank Indonesia (BI) setelah Wakil Menteri Keuangan RI Thomas Djiwandono masuk bursa calon Deputi Gubernur BI. 

"Yang pertama, pengusulan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI adalah pilihan dari Gubernur BI sendiri," kata Dasco.

Sehingga, kalau dikatakan ada intervensi, misalnya dari Presiden, pengusulan itu kan dari Gubernur BI."

Dasco menekankan, keputusan di BI bersifat kolektif-kolegial, di mana setiap pengambilan keputusan harus disetujui dan diputuskan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Sehingga, deputi akan mengambil keputusan penting dengan sepengetahuan unsur pimpinan lain di BI.

"Kemudian, masyarakat perlu tahu, bahwa pengambilan keputusan di BI itu adalah kolektif-kolegial. Jadi, bagaimana seorang deputi, misalnya, mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain?"

Tegaskan Bukan Usulan Presiden RI Prabowo Subianto

Dalam momen yang sama, Dasco menegaskan bahwa masuknya nama Thomas Djiwandono ke bursa calon Deputi Gubernur BI bukanlah usulan dari sang paman, Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Dasco, Thomas masuk bursa calon Deputi Gubernur BI atas usulan Gubernur BI, Perry Warjiyo

"Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Mundur dari Partai Gerindra

Dasco juga menjelaskan bahwa Thomas Djiwandono sudah mengundurkan diri dari pengurus Partai Gerindra per 31 Desember 2025.

Dasco menjelaskan Tommy sudah tak masuk jajaran pengurus sejak Musyawarah Nasional (Munas) Partai Gerindra

"Per 31 Desember 2025 kemarin yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR RI ini memastikan keponakan Prabowo itu tak lagi masuk jajaran pengurus Partai Gerindra

"Sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025," ujar Dasco.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved