Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS dan PPPK, Masyarakat Diminta Waspadai Hoaks
Kemenag menegaskan tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK dan meminta masyarakat mewaspadai hoaks pendaftaran yang beredar di media sosial.
Ringkasan Berita:
- Kemenag menegaskan tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK dan meminta masyarakat mewaspadai hoaks pendaftaran yang beredar di media sosial.
- Informasi resmi rekrutmen ASN hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah, sementara masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada tautan, permintaan data, atau janji kelulusan.
- Masyarakat dapat menangkal hoaks dengan memeriksa judul, sumber, alamat situs, keaslian konten visual, serta berpartisipasi dalam komunitas diskusi anti-hoaks.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembukaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Masyarakat diminta untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan Kemenag dan beredar luas di media sosial.
Belakangan, muncul sejumlah konten di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, yang menyebutkan adanya pendaftaran CPNS dan PPPK Kemenag tahun ini.
Informasi tersebut disertai tautan pendaftaran serta klaim kemudahan dalam proses seleksi.
Saat menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama Wawan Djunaedi memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Sampai saat ini Kementerian Agama tidak membuka rekrutmen CPNS maupun PPPK. Informasi yang beredar di media sosial terkait pendaftaran CPNS dan PPPK atas nama Kemenag adalah hoaks," tegas Wawan, dikutup dari laman resmi kemenag.go.id, Rabu (21/1/2026).
Wawan menjelaskan bahwa setiap proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag selalu dilaksanakan secara resmi, transparan, dan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
"Jika ada kebijakan pembukaan rekrutmen, pasti akan kami umumkan melalui website Kemenag.go.id, akun media sosial resmi, serta kanal resmi pemerintah lainnya. Tidak ada pengumuman melalui jalur pribadi atau tautan tidak jelas," lanjutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada informasi yang tidak memiliki sumber resmi, terlebih jika disertai permintaan data pribadi, pungutan biaya, atau janji kelulusan.
"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati. Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi," ujar Wawan.
Kemenag pun mengajak masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
Baca juga: Bocoran Pendaftaran CPNS 2026 Akan Dibuka, BKN Minta Formasi Fresh Graduate Lebih Banyak
Jika menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenag, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemenag agar dapat ditindaklanjuti.
"Apabila masyarakat menemukan konten mencurigakan yang mengatasnamakan Kemenag, silakan laporkan melalui akun Kemenag agar dapat segera kami tindaklanjuti," tambahnya.
Kemenag menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari disinformasi serta memastikan seluruh layanan kepegawaian berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-tes-skd-cpns-kemenag-sulsel-di-asrama-haji-sudiang-kota-makassar-rabu-432020.jpg)