Senin, 27 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Menteri Abdul Muti: Siswa di Sumut dan Sumbar Kembali Sekolah, di Aceh Masih Pemulihan 

Seluruh siswa di Sumut dan Sumbar sudah kembali bersekolah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, di Aceh masih pemulihan.

Tribunnews.com/[Rizki Sandi Saputra
SEKOLAH PASCABENCANA SUMATRA - Rapat Kerja antara Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Mu'ti menyebut 100 persen siswa sudah bisa bersekolah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. [Rizki Sandi Saputra] 

Ringkasan Berita:
  • Seluruh siswa di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah kembali bersekolah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam akhir November 2025 lalu.
  • Sementara untuk proses belajar mengajar di Aceh, saat ini progresnya sudah 95 persen.
  • Hal itu lantaran, masih ada bangunan sekolah yang mengalami rusak berat hingga akhirnya harus dibangun ulang.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan, saat ini seluruh siswa di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah kembali bersekolah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam dua provinsi tersebut, akhir November 2025.

Kata Mu'ti, setelah pemerintah melakukan penyesuaian proses belajar mengajar sejak 5 Januari 2026, saat ini kondisi di dua provinsi tersebut semakin membaik.

"Kemudian yang di daerah-daerah yang terdampak bencana, kami berusaha untuk melakukan akselerasi. Sekadar informasi umum, untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara, pembelajaran sudah berlangsung 100 persen. Hanya memang belum ideal," kata Mu'ti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Meski sudah seluruh siswa bisa kembali bersekolah, kata Mu'ti ada beberapa penyesuaian yang masih dilakukan.

Termasuk kata dia, soal lokasi belajar mengajar dan waktu pembelajaran, mengingat masih adanya bangunan sekolah yang rusak akibat bencana banjir bandang.

"Pertama, ada yang memang masih menumpang di sekolah lain, atau yang kedua, belajar di sekolah sendiri tetapi sistemnya shift. Jadi ada yang pagi, ada yang sore ada juga yang masih belajar di tenda," kata Mu'ti.

"Tapi untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, semuanya sudah mulai pembelajaran walaupun memang belum ideal," sambung dia.

Baca juga: Sindir Penanganan Bencana Sumatra, Deddy Sitorus: Pemerintah Harus Bersyukur Rakyat Kita Ga Pemarah

Sementara untuk proses belajar mengajar di Aceh, kata Mu'ti, saat ini progresnya sudah 95 persen.

Hal itu lantaran, masih ada bangunan sekolah yang mengalami rusak berat, hingga akhirnya harus dibangun ulang.

"Nah untuk Aceh, 95 persen sudah belajar, sudah mulai pembelajaran. Dan yang belum itu memang ada di terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, yang memang ada yang mengalami kerusakan yang sangat berat," kata dia.

Kendati demikian, Mu'ti memastikan pihaknya telah meminta bantuan kepada seluruh pihak termasuk TNI untuk mempercepat proses perbaikan bangunan.

Pasalnya kata dia, kondisi kerusakan di Kabupaten Aceh Tamiang memerlukan pelibatan seluruh pihak.

"Yang itu kami barusan tadi rapat dengan dengan Kasad untuk bisa bekerja sama percepatan penyelesaiannya. Karena memang kondisi dan kerusakannya perlu perhatian dan juga perlu kerja sama lintas kementerian," tandas dia.

 

Sekolah Mulai 5 Januari 2026

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved