Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh
Daftar Korban Kecelakaan Pesawat ATR di Bulusaraung yang Sudah dan Belum Ditemukan
Pesawat ATR 42-500 jatuh di area lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Sabtu (17/1/2026), mengakibatkan korban.
Ringkasan Berita:
- Pesawat ATR 42-500 jatuh di area lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Sabtu (17/1/2026).
- Sebanyak tiga korban telah ditemukan hingga Rabu (21/1/2026).
- Hari ini, Kamis (22/1/2026), korban yang ditemukan kembali bertambah.
TRIBUNNEWS.COM - Insiden kecelakaan pesawat ATR 42-500 menambah catatan kasus kecelakaan transportasi udara di Indonesia.
Setidaknya empat pesawat mengalami insiden kecelakaan di sejumlah wilayah setahun terakhir, sejak Januari 2025. Seperti pesawat latih jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 yang kecelakaan di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, pada 3 Agustus 2025.
Terbaru, pesawat ATR 42-500 jatuh di area lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (17/1/2026).
Gunung Bulusaraung adalah bagian dari kawasan karst Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) di Sulsel, dengan ketinggian ±1.353 mdpl.
Pesawat ATR 42-500 yang kecelakaan di Bulusaraung itu, mengangkut tiga penumpang dan 7 kru, total 10 orang.
Operasi pencarian dan evakuasi korban oleh Tim SAR Gabungan pun terus dilakukan.
Memasuki hari keenam pencarian pada Kamis (22/1/2026), sebanyak enam paket jasad korban ditemukan di lereng Bulusaraung.
Hal tersebut, disampaikan Asisten Perencanaan dan Pengendalian Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto di Posko AKU SAR Gabungan.
Adapun lokasi penemuan enam paket jasad berada di ketinggian 200 meter dari bawah puncak gunung.
"200 meter dari puncak, kita temukan satu paket jasad, terus sekitar radiodisney lima puluh meter dari situ kita temukan jasad yang lain," katanya, dilansir Tribun-Timur.com.
Baca juga: Jenazah Deden Pegawai KKP Korban Pesawat ATR Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Diserahkan ke Keluarga
Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan jumlah jasad yang ditemukan dalam enam paket itu, belum bisa dipastikan.
Sebab, terhadap enam paket tersebut, kini masih dalam proses evakuasi di posko Tim SAR di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.
"Belum bisa kita pastikan berapa jumlah jasad, yang bisa kita katakan enam paket, jangan sampai dalam beberapa paket itu jasad satu orang," ucapnya.
Sultan menambahkan, enam paket jasad yang ditemukan hari ini, akan dievakuasi dengan helikopter ke Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jenazah-Korban-Jatuhnya-Pesawat-ATR-42-500-Berhasil-Dievakuasi_20260121_140826.jpg)