Kawendra: HUT ke-7 Gekrafs Bukan Soal Seremoni, Tapi Beri Manfaat Nyata untuk Masyarakat
HUT ke-7 GEKRAFS bukan dimaknai sebagai ajang seremonial semata, melainkan momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum GEKRAFS Kawendra Lukistian menegaskan peringatan HUT ke-7 tidak dimaknai sebagai acara seremonial.
- GEKRAFS menggelar doa bersama, tradisi balanjuang, peletakan batu pertama pembangunan masjid, penyerahan bantuan, serta kegiatan bermain dengan anak-anak pengungsi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas pascabencana.
- Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa peringatan hari ulang tahun ke-7 GEKRAFS bukan dimaknai sebagai ajang seremonial semata, melainkan momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu diwujudkan GEKRAFS dengan turun langsung ke hunian sementara (HUNTARA) Limau Manis, Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026).
Tanpa pesta perayaan, GEKRAFS memilih menggelar doa bersama dan balanjuang—tradisi makan bersama khas Minangkabau—dengan warga pengungsi.
Kehadiran langsung di kawasan Huntara menjadi simbol komitmen organisasi untuk menyatu dan merasakan langsung kondisi masyarakat yang tengah bangkit pascabencana.
“GEKRAFS tidak ingin memperingati ulang tahun hanya dengan seremoni. Kami ingin hadir bersama masyarakat, merasakan yang mereka rasakan, dan mengambil bagian untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang baru pulih dari bencana,” kata Kawendra.
Selain doa dan kebersamaan, rangkaian kegiatan HUT ke-7 GEKRAFS juga diisi agenda yang menyentuh kebutuhan warga, seperti peletakan batu pertama pembangunan masjid, penyerahan simbolis berbagai bantuan, serta kegiatan bermain bersama anak-anak pengungsi.
Langkah GEKRAFS tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum GEKRAFS, Vasco Ruseimy.
Dia menilai kehadiran langsung di kawasan pengungsian memiliki arti penting bagi masyarakat.
“Saya merasa Bangga sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepedulian teman-teman GEKRAFS. Kehadiran seperti ini sangat berarti, karena bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi masyarakat,” ujar Vasco.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DPP GEKRAFS, para Wakil Ketua Umum yakni Melly Goeslaw, Raffi Ahmad, Laja Lapian, dan Vasco Ruseimy, serta Wakil Menteri UMKM Helvi Moriza.
Turut hadir pula unsur Dewan Penyantun, Dewan Pakar, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, serta pengurus dan anggota DPW GEKRAFS Sumatera Barat.
Ketua pelaksana kegiatan, Octaviani Putri Pertiwi, menjelaskan bahwa peringatan HUT GEKRAFS ke-7 di kawasan pengungsian juga memiliki makna yang tercermin dalam identitas visual.
Logo ulang tahun dirancang untuk merepresentasikan semangat kebersamaan dan keberagaman ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Angka “7” melambangkan fase kematangan dan keberlanjutan GEKRAFS sebagai gerakan nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wagub-sumbar-di-limau-manis.jpg)